Ekonomi Indonesia 2020 Diproyeksikan Diangka 5,1 Persen
Keterangan Gambar :

Ekonomi Indonesia 2020 Diproyeksikan Diangka 5,1 Persen

20 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Ekonom senior Universitas Hasanuddin (Unhas), Abd Hamid Paddu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada angka 5,1 Persen pada 2020.

Perkiraan tersebut diterangkan oleh ekonom Unhas dalam kuliah umumnya bertema “Outlook Ekonomi Indonesia 2020 dan Keuangan Haji” bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Kendari.

Pada 2019, Anggota Badan Pengawas Pengelola Dana Haji RI ini menerangkan saat ini ekonomi Indonesia masih bertahan di angka 5,1 dam sulit naik 5,3 persen sesuai target sebelumnya karena faktor ekonomi global, hingga 2020 diiperkirakan masih tetap sama dan diproyeksikan sangat sulit untuk naik dari angka yang ada.

Kita masih berekspektasi bagus karena sebelumnya diawal tahun, dunia memperkirakan bahwa ekonomi dunia akan krisis awal tahun 2020 diawali dengan Amerika yang akan krisis, ternyata ada konsensus lagi para pelaku ekonomi bahwa krisis bisa terjadi tetapi bergeser di 2021,” katanya, Jumat, (13/12/2019).

Hammid menerangkan ekonomi Indonesia 2020 bertahan diangka 5,1 persen dengan memegang faktor dominan yang bisa mempertahankan ekonomi sama dengan sekarang.

Apa itu, kalau internal domestik kita dari empat hal, konsumsi masyarakat, investasi sektor swasta, pemerintah dan perdagangan ekspor impor, maka masih tetap kita mengandalkan konsumsi,” tambahnya.

Narasumber Kuliah Umum UMK ini berharap pada 2020, ekonomi Indonesia masih didorong oleh sektor konsumsi dengan nilai kurang lebih 5,8 Persen.

Kalau konsumsi masih terus bertahan artinya disupport dari pendapatan, pendapatan dari pemerintah maupun sektor swasta. Sehingga misalnya dengan industri jalan tenaga kerja masih ada, kalau tenaga kerja masih ada, berarti masih terima gaji, berrti belanja dan konsumsi masih terdorong, nah ini yang mesti dijaga,” tambahnya.

Langkah mempertahankan ekonomi Indonesia 2020. Selain dipengaruhi ekonomi global, kondisi ekonomi juga dipengaruhi kemajuan teknologi. Sebab menurut Hamid Paddu kegenitan teknologi diera digital sangat rentan dan bergerak sangat cepat sehingga dapat menyebabkan kondisi ekonomi naik turun dan tidak kecil kemungkinan dapat terjadi krisis. sebab itu Indonesia fokusnya untuk menjaga kestabilan teknologi dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia.