Edukasi Jurnalis, FJS Gelar Diskusi Bangun Desa dengan Konsep Smart Village
Keterangan Gambar :

Edukasi Jurnalis, FJS Gelar Diskusi Bangun Desa dengan Konsep Smart Village

140 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Forum Jurnalis Sultra (FJS) menggelar seri diskusi perdana bertujuan mengedukasi para jurnalis di Sultra sebagai media informasi kepada masyarakat luas mengenai konsep pembangunan pedesaan melalui smart village, di Swiss Bell Hotel Kendari, Rabu (12/4/2017).

Dalam diskusi perdana yang digelar FJS, menghadirkan Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Dr Ir M Tufaila MP dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lakidende (Unilaki), Rudi Aziz ST MSi sebagai pemateri.

“Pedesaan sangat erat kaitannya dengan aktivitas pertanian, dan juga kebutuhan pangan masyarakat kota terdapat di pedesaan, dua hal ini menjadi menarik untuk kita diskusikan bersama bagaimana membangun suatu daerah mulai dari pinggiran, mulai dari desa sehingga desa perlu dikembangkan secara inovatif menuju desa cerdas atau smart village,” ujar Tufaila.

“Kelangkaan infrastruktur dan keterbelakangan justru semua terdapat di desa, olehnya itu ada beberapa point penting dalam mewujudkan konsep smart village diantaranya pertama smart ekonom meliputi kewirausahaan, produktivitas, koneksi lokal dan global, poin kedua smart people meliputi pendidikan dan kreatifitas, ketiga smart environment meliputi sumber energi dan bangunan ramah lingkungan, keempat smart government, kelima smart mobility meliputi transportasi dan infrastruktur, terakhir keenam smart living meliputi kesehatan, keamanan, budaya atau kearifan lokal,” jelasnya.

Dilandasi pada kenyataan bahwa desa juga menjadi tumpuan pembangunan nasional, dan keberhasilan desa secara akumulatif akan mendorong kelangsungan ekonomi nasional maka posisi desa sungguh sangat penting.

Rudi menambahkan, konsep smart city sudah tidak asing lagi bagi kita karena lagi populer diterapkan di berbagai daerah di Indonesia dan tidak bisa serta merta dimodelkan sama untuk setiap desa, sebab kondisi dan karakteristik antara desa dan kota relatif berbeda.

“Sebab kondisi geografis dan karakteristik antara desa dan kota relatif berbeda, desa-desa disetiap daerah juga berbeda maka sangat diperlukan konsep pendekatan smart village sebagai inovasi desa dan pendekatan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah tetapi membutuhkan peran perguruan tinggi karena hal ini hanya bisa dilakukan oleh perguruan tinggi melalui riset,” tegas Rudi.

Panitia penyelenggara dari FJS, M Djufri Rachim berencana kedepan akan menggelar kembali seri diskusi selanjutnya dengan mengambil tema lain, tergantung kebutuhan informasi masyarakat. Selain itu, akan mengagendakan trip jurnalis.

“tentunya kedepan FJS akan terus menggelar kembali seri diskusi dengan tema yang lain sesuai kebutuhan akan informasi oleh masyarakat. Selain itu, akan kita agendakan jurnalis trip sehingga apa yang telah dipaparkan oleh pemateri dapat dilihat langsung di lapangan,” tutupnya.(**)

About author

andi nur aisyah

My nickname icha, i was born on October 21, 1990