Dugaan Pencabulan Oknum Pejabat di Butur Kini Ditangani Polda Sultra
Keterangan Gambar :

Dugaan Pencabulan Oknum Pejabat di Butur Kini Ditangani Polda Sultra

14 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur oleh oknum pejabat di Kabupaten Buton Utara (Butur) inisial RM kini ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kasus diduga Human Traficking atau perdagangan anak dibawah umur ini sebelumnya ditangani oleh Kepolisian Resor (Polres) Muna, namun kini telah dialihkan ke Direktorat Rerserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sultra, Kompol. Agus Mulyadi yang ditemui Awak beberapa waktu lalu. Kompol Agus mengatakan, saat ini pihak Polda Sultra sudah melakukan penahanan terhadap saksi kunci terduga pelaku perdagangan anak dibawah umur bernama Ismawati alias Mama Ikwal alis Tabobi sejak Sabtu 12 Oktober 2019 lalu.

Kendati demikian, Polda Sultra belum melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap oknum pejabat yang disebutkan dalam kasus itu.

“Polda Sultra belum melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan pada oknum pejabat dalam dugaan kasus tersebut. Baru saksi kunci yang diperiksa oleh penyidik,” kata Agus Mulyadi.

Agus menjelaskan, status kasus pencabulan ini masih dalam tahap penyelidikan. Sejauh ini Polda Sultra baru memeriksa saksi kunci, sedangkan oknum pejabat yang menjadi terduga belum dilakukan pemanggilan.

“Kasus pencabulannya masih dalam tahap penyelidikan. Karena baru dilimpahkan Sabtu kemarin, baru saksi kunci yang diperiksa. Dan, oknum pejabatnya yang diduga terlibat belum dilakukan pemanggilan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus pencabulan ini sempat viral di media sosial (medsos) melalui video pengakuan seorang gadis belia yang mengaku sebagai korban.

Sebanyak dua video yang beredar di Medsos itu berisi rekaman pribadi gadis belia yang memberikan keterangan korban. Di video pertama, korban dengan wajah samar-samar menceritakan apa yang dialaminya beserta dialog percakapan antara terduga pelaku inisial RM dan korban dalam peristiwa cabul itu.

Pada video kedua, korban menampilkan wajahnya secara terang terangan dan mengatakan dirinya dijebak oleh seseorang dalam skenario untuk menjatuhkan oknum pejabat. Menurutnya, semua cerita yang diungkapkan di vidio pertama tidak benar.

Setelah tersebarnya video tersebut, seorang wanita berinisial LS (31) dilaporkan karena menjadi penghubung antara oknum pejabat dengan anak dibawah umur yang masih berusia 14 tahun itu. Saat ini LS sudah dinyatakan sebagai tersangka dan dijerat pasal dugaan pendagangan anak bawah umur.