Dua Pekan di Rutan Kendari Adrianus Sang Pedofil Pelajari Syariat Islam
Keterangan Gambar :

Dua Pekan di Rutan Kendari Adrianus Sang Pedofil Pelajari Syariat Islam

214 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Dua pekan setelah dilimpahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kota Kendari, Adrianus Pattian mantan anggota TNI di Yonif 725/WRG yang dulunya beragama non Muslim kini dikabarkan sedang mempelajari Syariat Islam.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Rutan Kendari, Iwan. M saat ditemui di Rutan Kendari, Selasa, (30/07/2019). Iwan mengatakan, Adrianus Pattian yang ditempatkan di sel khusus Super Maksimum terpantau terus mempelajari Agama Islam, di dalam kamar selnyapun terlihat kumpulan do’a-do’a shalat yang tertempel di dinding persis diatas tempat tidurnya.

Gambar Ruangan sel tahanan yang di tempati oleh Adrianus

“Jadi di dalam kamarnya itu dia tempel do’a do’a shalat,  juga dia minta diajarkan baca tulis Al-Qur’an dan sekarang dia sudah di Iqra 3 (tiga),” kata Kepala Rutan Kendari, Iwan. M, Selasa, (30/07/2019).

Iwan mengatakan, berdasarkan pengakuan Adrianus sendiri, dirinya sudah memutuskan untuk berpindah agama dari agama sejak saat ia masih ditahan di Rutan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Berdasarkan pengakuannya, sejak dia masuk disini dia sudah mualaf, namun demikian sampai sekarang ini belum ada hitam diatas putih terkait masalah status mualafnya dia,” katanya.

Meskipun masih berstatus tahanan karena belum divonis hukuman, dirutan Kendari, Adrianus menjalankan aktifitasnya seperti tahanan pada umumnya, termasuk juga mengikuti kegiatan pembinaan kerohaniaan dari petugas rutan dan didalam kamar sempit dengan penjagaan ketat satu kali dua puluh empat jam itulah Adrianus terus mempelajari tentang syariat Islam.

Didalam selnya pun tampak tumpukan buku-buku Islam seperti Al-Qur’an dan bacaan Islamiah lainnya, tidak hanya itu, perlengkapan shalat juga tampak tersusun rapi di dinding dan ditempat tidurnya.

“Jadi sekarang rutinitasnya ini pada saat pagi dia dikeluarkan untuk mengikuti sidang dan setelah sidang kita kembalikan ke ruangannya. Kemudian selnya dibuka hanya pada saat sholat Jumat saja, kalau sholat Isha, Maghrib, Ashar, Subuh dia sholat di ruangannya, kecuali sholat Dzuhur karena kita ada layanan kerohanian dan shalat bersama,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Adrianus Pattian dijebloskan ke Rutan Kendari setelah terbukti melakukan tindakan kriminal pelecehan seksual terhadap 7 (tujuh) anak perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) beberapa waktu lalu, setelah menyatakan diri untuk menjadi mualaf, Adrianus Pattian akhirnya berganti nama menjadi Ahmad Pattian.