Divonis Bebas Mantan Bupati Konut, Aswad Sulaiman  Sujud Syukur
Keterangan Gambar :

Divonis Bebas Mantan Bupati Konut, Aswad Sulaiman Sujud Syukur

99 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, terdakwa kasus korupsi pembangunan kantor Bupati Konawe Utara (Konut) tahun 2010-2011, divonis bebas oleh  Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) kelas IIA Kendari, Irmawati Abidin langsung sujud syukur, Jumat. (07/04/17).
‌Majelis Hakim Irmawati Abidin saat membacakan vonis terhadap Aswad mengatakan bahwa unsur melawan hukum dengan tujuan memperkaya diri sendiri tidak terpenuhi.

“Terdakwa divonis bebas karena korupsi yang dituduhkan dengan unsur melawan hukum dengan tujuan memperkaya diri sendiri, serta orang lain maupun koorporasi tidak terpenuhi,” ungkap majelis hakim Irmawati Abidin.

Irmawati juga mengatakan selama proses persidangan berlangsung, tidak satupun bukti yang menguatkan adanya keterlibatan terdakwa dalam kasus korupsi tersebut.

Di luar sidang saat di temui oleh awak media, Aswad Sulaiman mengungkapkan rasa syukurnya atas keadilan yang telah di berikan kepadanya dalam kasus ini.

“Alhamdulillah hakim berkeyakinan, bahwa apa yang di dakwakan kepada saya itu tidak terbukti. Intinya kita bersyukur bahwa keadilan itu masih ada,” katanya.

Usai sidang putusan, terdakwa mantan Bupati Konut tersebut terlihat melakukan sujud syukur di hadapan majelis hakim yang diikuti tangis haru seluruh kerabat Aswad yang hadir pada sidang tersebut sembari memeluk Aswad yang telah dinyatakan bebas.

Kebahagiaan serupa juga diperlihatkan kuasa hukum terdakwa, Razak Naba ketika di wawancarai sembari mengucapkan sukur atas vonis bebas yang telah di berikan majelis hakim terhadap kliennya.

“Alhamdulillah yang jelas kita senang, sebagaimana yang terungkap dalam persidangan bahwa memang tidak ada yang mengarah kesana. Memang tidak layak, apalagi uang dari proyek tersebut tidak sepeser pun mengalir ke kantong Aswad,” tuturnya.

Selain di vonis bebas majelis hakim juga memutuskan agar JPU mengembalikan uang kerugian negara kepada terdakwa senilai Rp 2.3 milliar, sebagaimana uang tersebut diserahkan terdakwa kepada JPU saat Aswad dijadikan tersangka. (A)