Dituding Kelolah Tambang Ilegal di Blok Matarape, Ini Jawaban Aci Mappasawang
Keterangan Gambar : Aci Mappasawang

Dituding Kelolah Tambang Ilegal di Blok Matarape, Ini Jawaban Aci Mappasawang

181 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Isu tambang ilegal yang dilontarkan Gerakan Masyarakat Pemerhati Tambang (Gempita) Sulawesi Tenggara (Sultra) saat melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra pada Rabu 8 Desember 2019 lalu akhirnya ditanggapi oleh Aci Mappasawang sebagai pihak tertuding.

Gempita menuding bahwa Aci Mappasawang sebagai oknum pengelolah pertambangan di blok tambang Matarape, Desa Molore, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut) dengan menabrak hukum dan keputusan pengadilan.

Koordinator Aksi David, saat itu mengatakan bahwa blok Matarape merupakan kawasan yang diputihkan pemerintah sesuai putusan pengadilan, sehingga tidak boleh ada penambangan nikel. Akibat aktivitas itu, David mengklaim lingkungan di sekitar menjadi rusak.

Aci Mappasawang menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terkait dengan perusahaan yang melakukan aktivitas pertambangan di bumi Oheo tersebut. Lantaran dirinya bukan bagian dari perusahaan apalagi sampai melakukan aktivitas seperti yang dituduhkan.

Perusahaanperusahaan yang itu bukan perusahaan saya. Saya tidak pernah mengakomodir perusahaan apapun untuk melakukan aktivitas di sana. Karena saya sendiri bukan bagian dari perusahaan yang menambang,” tegasnya saat ditemui di Kendari, Rabu, (25/12/2019).

Menurut Aci, tuduhan itu merupakan fitnah karena tidak berdasar. Dia berkata, pihak Gempita juga tidak pernah melakukan komunikasi atau berhubungan dengan perusahaan di sana.