Diskusi Publik, Kopi-Butur Mencari Pemimpin Ideal Untuk Buton Utara
Keterangan Gambar :

Diskusi Publik, Kopi-Butur Mencari Pemimpin Ideal Untuk Buton Utara

95 views
0

Butur, Radarsultra.co.id – Menjelang Pemihan Kepala Daerah 2020 di Kabupaten Buton Utara (Butur) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), berbagai lembaga kemasyarakatan mulai merumuskan pemikiran yang tepat dalam memilih pemimpin dimasa mendatang, hal tersebut tidak lain bertujuan untuk menunjang pembangunan daerah melalui pemikiran-pemikiran intelek dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu Komunitas intelek di Kabupaten Butur, Komunitas Pemuda Peduli Buton Utara (Kopi-Butur) secara terbuka menggelar dialog yang bertema “Pemuda mencari pemimpin ideal 2020 Kabupaten Buton Utara”, yang dilaksanakan di salah satu Warung Kopi di kecamatan kulisusu kabupaten Buton Utara, Jum’at, (30/8/2019) lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh mantan ketua komisi media komunikasi di PB HMI MPO Hasrudin Jaya, yang bertindak selaku Moderator dan beberapa pemateri diantaranya Wakil Ketua DPRD Butur Salam Sahadia, perwakilan KAHMI Butur Agus Pria Budiana, Ketua Karang Taruna Muliadin Salenda, perwakilan LIRA Mazlin, Kwarcab Pramuka Butur Jafaruddin, Kepala Markas PMI Butur Khaidar Ma’ruuf, perwakilan ormas Gempur Terez, Pustaka Butur Nurlin, perwakilan KNPI Butur Junaidin Samara dan Dewan Pendiri Kopi Butur Layosibana Akhirun dan Rizkia Milida serta tokoh-tokoh masyarakat, sejumlah tokoh pemuda, tokoh pendidikan, tokoh politik, mahasiswa, dan pengamat politik dan pembangunan lainnya.

Dikonfirmasi pasca pelaksanaan kegiatan, salah satu Dewan Pendiri Kopi Butur Layosibana Akhirun, mengatakan dialog Pemuda Kopi-Butur bertujuan untuk menggeliatkan iklim demokrasi dan untuk menciptakan ruang diskursus atau pola berpikir demokrasi yang sehat dan elegan di Buton Utara.

“Dialog yang diselenggarakan Kopi Butur kali ini untuk mempertemukan berbagai tanggapan dan opini masyarakat menjelang Pilkada 2020,” kata Alumni Unhas ini melalui pesan whatsappnya. Sabtu Malam (31/08/2019).

Layosibana menambahkan, diskusi-diskusi yang bersifat membangun tersebut merupakan rutinitas yang dilaksanakan secara berkala oleh Kopi-Butur. Dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat Kabupaten Butur diharapkan bisa mengedepankan prinsip kolaborasi yang menjiwai semangat generasi milenial dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Butur.

“Sebenarnya, diskusi-diskusi seperti ini adalah rutinitas dari Kopi-Butur menyelenggarakan diskusi tematik secara berkala, besar harapan kami agar dalam menyongsong Pilkada 2020 agar semua pihak mengedepankan prinsip kolaborasi yang menjiwai semangat generasi milenial,” ungkap Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia yang bergiat di Suropati Syndicate, Jakarta ini.