Dilirik Eksportir Asing, Pemda Butur dan Kemendes RI Teken MoU Pengembangan Komoditas Kacang Mete
Keterangan Gambar :

Dilirik Eksportir Asing, Pemda Butur dan Kemendes RI Teken MoU Pengembangan Komoditas Kacang Mete

127 views
0

Butur, Radarsultra.co.id – Setelah mendatangkan Investor Kopra Putih, Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) kembali mendatangkan eksportir asing yang tertarik membeli Kacang Mete Kabupaten Butur dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

Source Market Invest (Nuts2) adalah perusahaan swasta eksportir asal Negeri Belanda yang menjembatani petani ke pasar dunia (end user) dengan harga yang lebih pantas dari pasar-pasar lokal.

Nuts2 yang datang ke Kabupaten Butur bersama pihak Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa PDTT) tertarik mengembangkan komoditas mete di Idonesia, salah satunya di Kabuaten Butur.

Tidak main-main, Nuts2 memiliki target ekspor hingga mencapai 200 ribu ton Kacang Mete per tahunnya

Ekspor Direction, Pekik Warnendya mengatakan target ekspor market yang diminta adalah sebanyak 200 ribu ton pertahun, namun pihaknya menyadari untuk mencapai target tersebut harus melalui beberapa tahapan.

Pekik mengatakan Dalam tahapan pertama, trail order akan menurunkan sekitar seribu ton, dan secara bertahap untuk mencapai standar ekpor premium akan menjalin kerjasama dengan Pemda setempat.

Mengenai harga pasarnya, Pekik mengatakan pihaknya belum bisa berbicara terlalu jauh karena penentuan model bisnis ini adalah penetapan harga bersama.

Harap kami adalah produk yang organik, untuk mendapatkan produk yang organik menelurkan waktu selama tiga tahun. Sambil akan mempersiapkan produk organik tetap akan memproses produk semi organik, jadi kita tetap membeli produk petani, sekarang masih posisi organik sepenuhnya dan belum terverifikasi, namun perlahan dan bertahap kita programkan seluruh produk,” Kata Pekik Warnendya saat ditemui awak media, Kamis, (27/02/2020).

Untuk tahap awal, saat ini pihaknya sedang melakukan penelusuran awal diantaranya terkait kemampuan produksi Kacang Mete di Kabupaten Butur dalam setahun.

Karena target kami menginginkan produk yang kontinyu, memenuhi kriteria untuk pasar ekspor, kualitas kuantitas dan kontinuitas,”ungkapnya.

Sekali pasar ekspor terbuka, Pekik Warnendya mengatakan itu tidak akan pernah berhenti di tengah jalan dan suplai Kacang Mete tidak boleh terhenti.

Apabila itu terjadi yang menjadi beban adalah perusahaan dan masyarakat Butur, karena ada sistem penalti ketika suplai itu terhambat,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Pemda Butur bersama Kemendesa PDTT menyambut baik peluang besar tersebut yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama pihak Nuts2.

Bupati Buton Utara, Abu Hasan mengatakan, wilayah Kabupaten Butur memiliki komoditas Kacang Mete sekitar 6 (enam) sampai 7 (tujuh) hektar. Namun, Kacang Mete di Butur selama ini hanya dijual di pasar-pasar lokal, dengan nilai ekonomis yang tidak maksimal.

Kita ingin sebuah komoditas unggulan kita apakah itu beras apakah jambu mete, apakah itu kelapa memiliki skala ekonomi yang tinggi sehingga dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat kabupaten Buton Utara,” ungkap Abu Hasan.

Upaya ini akan terus kita lakukan, kerjasama terus kita bangun, kemitraan akan terus kita hidupkan dan mitra bisnis akan terus bekerjasama dari berbagai pihak, baik melalui kementerian Desa maupun mitra langsung dan secara tidak langsung berhubungan dengan pemerintah daerah,” lanjutnya.

Sementara itu, Kemendes PDTT melalui Kasubdit Direktorat PDTT, Rosemary mengatakan, dalam kunjungannya kali ini, Kemendes PDTT melalui direktorat pengembangan ekonomi lokal bersama mitranya, PT Nusa Berdaya dan Nuts2 yang notabenenya sebagai sebuah perusahaan swasta eksportir Kacang Mete sedang dalam upaya pengembangan komoditas mete di Kabupaten Butur dengan menggandeng BUMDES dan Bumdesma untuk dapat berperan serta dalam pengembangan komoditas Kacang Mete di Butur.

Pihaknya menganggap peluang ini sebagai salah satu strategi dalam pengembangan ekonomi lokal, kesejahteraan petani dan masyarakat lainnya.

Harapan kami dalam kunjungan ini adalah aksi nyata dalam pengembangan komoditas mete dengan melibatkan Pemerintah Daerah Butur, dan aksi nyata ini kami harapkan pembangunan pabrik pengembangan mete,” ucapnya.