Diduga Selewengkan Hak-hak Mantan Karyawan, CV Sentral Niaga Dihujani Tomat Busuk
Keterangan Gambar :

Diduga Selewengkan Hak-hak Mantan Karyawan, CV Sentral Niaga Dihujani Tomat Busuk

254 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Diduga tidak memberikan hak-hak mantan karyawannya, puluhan massa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Konawe Kendari (IPPMIK-Kendari) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor CV. Central Niaga di Jalan Made Sabara Kota Kendari.

 

Ketua Umum (Ketum) IPPMIK-Kendari, Muh. Arjuna mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan hari ini merupakan aksi lanjutan yang sebelumnya dilakukan di kantor Departemen Ketenagakerjaan (Depnaker) Kendari pada Senin, 29 Juli 2019 lalu.

“Aksi hari ini adalah aksi yang kedua kalinya, aksi yang pertama itu kita sudah melakukan aksi di minggu lalu tepatnya di hari Senin itu di Depnaker dengan di sentral niaga dan PT. HM Sampoerna tuntutannya itu tuntutan yang sama, yang pertama yaitu masalah kekurangan gaji hak-hak karyawan yang selama bekerja supaya dibayarkan, terus jaminan sosial lainnya kaya BPJS ketenagakerjaan agar dibayarkan, terus pesangon masa kerja dan hak-hak tenaga kerja yang sesuai dengan undang-undang nomor 13 tahun 2003,” kata Arjuna saat ditemui di lokasi unjuk rasa, Senin, (05/08/2019).

Arjuna menjelaskan, CV. Central Niaga merupakan distributor dari PT. HM Sampoerna group, yang diduga telah menyelewengkan hak-hak 14 orang mantan karyawannya yang telah bekerja selama bertahun-tahun.

“Jadi HM. Sampoerna group adalah induk perusahaan yang kemudian dibawahnya itu ada CV Central Niaga yang kemudian menggaji karyawannya dan semua pemasokan itu lewat CV. Central Niaga, artinya pihak kedua dari HM. Sampoerna group. Jumlah karyawan yang kemudian sementara masuk dalam laporan kami itu sejumlah 14 orang, 14 orang ini ada yang kerja selama satu tahun ada yang kerja sepuluh tahun 2 bulan ada juga yang empat tahun bekerja,” jelasnya.

Dengan mengacu pada Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, IPPMIK-Kendari menuntut CV. Sentral Niaga untuk segera memberikan hak-hak mamntan karyawannya yang dikeluarkan dengan berbagai persoalan.

Selain itu, massa aksi juga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk segera mengevaluasi administrasi yang berhubungan dengan ketenaga kerjaan CV Central Niaga dan PT HM Sampoerna .

“Mereka ada yang dikeluarkan secara lisan, ada yang kemudian dibuat tidak nyaman didalam, semacam tidak diberikan kunci mobil kaya driver dan lain-lain, bervariasi masalahnya di dalam,” ungkapnya.

“Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi pertama kami akan tetap boikot aktivitas CV Sentral niaga, yang kedua kami akan membawa ini ke DPR dan Depnaker untuk kemudian diproses lebih lanjut,” tegasnya.