Diduga Lakukan Ilegal Mining, Formesta Sultra Desak Pencabutan IUP CV. Tanggobu Jaya
Keterangan Gambar : Forsemesta Sultra saat berorasi di dinas ESDM Sultra

Diduga Lakukan Ilegal Mining, Formesta Sultra Desak Pencabutan IUP CV. Tanggobu Jaya

65 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Diduga melakukan ilegal mining, Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan (Forsemesta) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra agar segera mengeluarkan rekomendasi pencabutan IUP CV. Tanggobu Jaya.

CV. Tanggobu Jaya diduga melakukan aktivitas pertambangan tanah timbunan secara ilegal bekerjasama dengan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS). Kerja sama tersebut tertuang dalam kontrak nomor : 001/OSS-TJ/III/2020.

Pasalnya, CV. Tanggobu Jaya diketahui terus melakukan pengerukan tanah timbunan, padahal belum mengantongi dokumen IUP produksi. Tak hanya itu, perusahaan tersebut juga masih dalam proses hukum atas dugaan aktivitas di dalam kawasan.

Sekretaris Umum (Sekum) Forsemesta Sultra, Budianto mengatakan, aktivitas pertambangan tanah urug secara ilegal yang dilakukan CV. Tanggobu Jaya bukan hanya berdampak terhadap masyarakat di Konawe, namun dampak buruknya turut dirasakan masyarakat Konawe Utara (Konut).

Pasalnya, aktivitas CV. Tanggobu Jaya menggunakan jalan umum, sehingga kondisi jalan yang dilalui masyarakat Konawe dan Konut nampak berdebu, berlubang dan berlumpur,” ujarnya saat berorasi di Dinas ESDM Sultra, Selasa, (21/07/2020).

Forsemesta mendesak pihak-pihak terkait agar segera melakukan langkah tegas terhadap aktivitas ilegal CV. Tangobu Jaya. Sebab, jika tak ada tindak lanjut, maka dipastikan akan menimbulkan konflik horizontal.

Lebih lanjut, Budianto mengungkapkan, selain beraktivitas tanpa dilengkapi dokumen IUP produksi, CV. Tanggobu Jaya juga diduga mengeruk tanah di atas lahan-lahan yang sedang dalam perkara hukum.

Sebagaimana diketahui, lanjutnya, Bareskrim Mabes Polri telah melakuka police line atas dugaan aktivitas di dalam kawasan, dan saat ini masih ditangani oleh penyidik Tipidter Bareskrim Mabes Polri, di bawah pimpinan Kombes Pol. Pipit Rismanto.

Saat ini, CV. Tanggobu Jaya sudah mengoperasikan atau mengangkut matrial tanah timbunan dengan ratusan kendaraan besar, dan dikirim ke PT. OSS yang berada di Morosi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemetaan dan Pemberian WIUP Mieneral Bakun Logam dan Batuan Dinas ESDM Provinsi Sultra, Laode Suhadar membenarkan, bahwa CV. Tanggobu Jaya tak memiliki IUP produksi.

Iya, CV. Tanggobu Jaya baru mengantongi IUP eksplorasi,” ungkapnya.

Terkait tuntutan dari massa aksi, Laode Suhadar mengatakan, bahwa dirinya tak bisa memutuskan apakah akan menerbitkan rekomendasi pencabutan IUP CV. Tanggobu Jaya.

Kalau soal rekomendasi itu bukan kewenangan saya, melainkan domain pimpinan. Olehnya itu, nanti saya akan sampaikan dulu kepada pimpinan apa yang menjadi tuntutan kawan-kawan,” ujarnya.

Untuk diketahui, aksi demonstrasi sempat memanas, karena massa aksi mendesak agar Dinas ESDM Provinsi Sultra segera menerbitkan rekomendasi pencabutan IUP CV. Tanggobu Jaya. Namun, Laode Suhadar tak dapat menuruti desakan tersebut, dengan dalih merupakan kewenangan Kepala Dinas ESDM Provinsi Sultra.