Dibutakan Cinta, Seorang Wanita Asal Kota Kendari Rela Menjadi Kurir Sabu
Keterangan Gambar :

Dibutakan Cinta, Seorang Wanita Asal Kota Kendari Rela Menjadi Kurir Sabu

173 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – HR (42) seorang wanita yang berdomisili di kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) harus menelan pahit setelah upayanya untuk memasukan Narkotika golingan 1 (satu) jenis sabu-sabu di Sultra terendus oleh tim khusus Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

HR yang diamankan oleh pihak Kepolisian pada 5 September 2019 lalu mengaku rela menjadi kurir sabu-sabu hanya untuk memenuhi permintaan kekasihnya yang ternyata adalah seorang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Kendari yang berinisial (R).

HR pun mengaku mengetahui kalau barang yang dijemputnya merupakan amphetamine dan telah mengetahui resiko yang dihadapinya karena perbuatannya tersebut.

“Sudah lama saya kenal sama dia (R) kami kenal melalui telepon dan sampai sakarang kami belum pernah ketemu, saya disuruh mengambil barang ke Sulawesi Selatan (Sulsel), saya tau itu adalah sabu-sabu,” Kata HR saat ditemui Awak Media di Media Center Polda Sultra, Selasa, (10/09/2019).

Sementara itu, Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Sultra, AKBP. Laode Kadimu yang didampingi Kasubbid Penmas Polda Sultra, Kompol. Agus Mulyadi mengatakan, HR ditangkap di pelabuhan Bajoe saat hendak menyebrang ke Kabupaten Kolaka dengan membawa paket sabu-sabu yang diambilnya dari provinsi Sulsel.

“Kalau bicara tempat kejadian ada dua tempat kejadian yaitu di wilayah hukum pengadilan Kendari dan wilayah hukum Watampone, jadi kebetulan kami amankan yang bersangkutan di Watampone,” ungkap AKBP. Kadimu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pihak kepolisian mengatakan HR hanya berperan sebagai kurir yang dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Kelas IIA Kendari.

“HR sebelumnya sudah pernah menikah tapi cerai. Peran daripada tersangka ini adalah sebagai kurir, dia ini berawal dari perkenalannya dengan seorang laki-laki, seorang narapidana yang inisial R, kemudian yang bersangkutan ini dipacari, lantas tersangka HR diberi perhatian ditambah lagi dengan janji, lantas yang bersangkutan mau menjemput barang yang awalnya itu di Sidrap, tapi ternyata ini barang dari Enrekang,” lanjutnya.

Dari hasil pengungkapan, pihak Ditres Narkoba Polda Sultra berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 1,13 Kg Sabu-sabu.

“Barang bukti yang ada ini totalnya 1 kilo 13 gram yang dikemas dengan plastik berwarna kuning yang kemudian dimasukan ke dalam tas hitam,” ungkapnya

Atas perbuatannya, HR dikenakan pasal 132, 114 dan 112 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.