Dibalik Ketakutan Masyarakat Terhadap Covid -19
Keterangan Gambar : Badi Farman. D

Dibalik Ketakutan Masyarakat Terhadap Covid -19

406 views
0

Dengan datangnya Covid-19 atau biasa di sebut dengan virus Corona membuat masyarakat sedunia menjadi takut dengan hal tersebut. Karena informasi yang beredar sekarang ini bahwa virus tersebut sangat mematikan bagi manusia ketika mengenai tubuh mereka.

Dengan datangnya virus ini dari Negara sebrang telah membuat Negara Indonesia menjadi takut seperti halnya di daerah saya di Sulawesi Tenggara saat ini, untuk keluar rumah saja boleh jadi tidak di perbolehkan karena dengan adanya virus ini. Akhirnya aktifitas Sehari-hari agak terhambat sehingga perputaran ekonomi terhambat pula juga. Di tambah lagi dengan informasi-informasi yang tidak ada sumbernya atau biasa di sebut dengan Hoaks. ‘Na’ dengan adanya informasi yang tidak akurat ini membuat masyarakat menjadi takut.

Menitik berat terkait persoalan virus ini saya melihat Covid-19 ini, semacam permainan, yang dimana ada seseorang yang memainkan hal tersebut. Kenapa demikian, di balik adanya virus ini hanya beberapa Negara saja yang terjangkit atau tertular seperti halnya Negara Cina, Italia, Iran dan Indonesia dan masi banyak Negara lainya yang terjangkit terkait virus ini yang saya tidak sempat sebutkan.

Seperti halnya Negara Indonesia hari ini yang sangat ketakutan dengan adanya virus ini, Sehingga Wacana Lockdwon akan di adakan di setiap provinsi atau di setiap daerah untuk menghindari terjangkitnya virus tersebut.

Mengutip ulasan singkat oleh Muhammad Maarif Sulaiman. S. Sos bahwa “Politik Ketubuhan Selama Masa Karantina”. Imbauan untuk melakukan Lockdwon dari Negara yang diterapkan melalui mekanisme top-down maupun bottom-up, Sebenarnya mengandung muatan politik ketubuhan atau bio power.

Politk Ketubuhan merupakan konsep yang diterapkan oleh Michel Foucault dimana konsep tersebut mengandung dua arti (Hayatmoko, 2016: 30) yaitu:

1. Penataan tubuh sebagai mesin yang harus diperbaiki dan di buat patuh. Dalam konteks wabah Covid-19 atau biasa di sebut dengan Corona, tubuh di buat paksa untuk patuh terhadap seluruh prosedur yang diterapkan oleh rezim medis modern yang berafiliasi dengan kekuasaan politik Negara, melalui proses isolasi secara medis di rumah sakit maupun Lockdwon di area penduduk.

2. Penataan Tubuh sebagai spesies. Spesies memiliki sifat menyebar dan berproduksi, dalam konteks ini, isolasi, karantina ataupun Lockdwon bertujuan untuk memandulkan dan memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19 antar tubuh manusia.

Politk Ketubuhan di satu sisi memiliki dampak positif yakni menekan dan memutuskan mata rantai penyebaran virus dari satu tubuh ke tubuh yang lain, akan tetapi di sisi lain dapat menimbulkan dehumanisasi dalam penanganan medis, seperti adanya dominasi birokrasi medis yang menghambat dalam percepatan tindakan medis pasien positif Covid-19, karena tekanan politik yang kuat dari negara.

Saya mau katakan bahwa “Demokrasi memang kerap di bajak para elit, yang doyan menjual kalimat atas nama rakyat demi kepentingan bangsa dan banyak kalimat suci lainya. Tugas kita adalah membongkar dan menguji kalimat-kalimat itu agar tidak sekedar kalimat dagangan kata-kata, tetapi bisa kita tagi sebagai bukti nyata untuk publik dari yang kaya sampai rakyat jelata.

By Badi Farman. D

Tentang Penulis

Penulis adalah Sekretaris Umum HMI Komisariat FKIP UHO Periode 2017-2018, Ketua HIPMA-KAWAN (Himpunan Mahasiswa Kelurahan Wandaka) Periode 2015-2016, Ketua Bidang Keilmuan di HMJ Jurusan Pendidikan Sejarah UHO Periode 2017-2018