Demo Mahasiswa di Kendari, Polisi Dilempari Tinja
Keterangan Gambar :

Demo Mahasiswa di Kendari, Polisi Dilempari Tinja

172 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – September hingga Oktober 2019, aksi Unjukrasa (Unras) di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus terjadi, kerap kali aksi protes para mahasiswa berujung bentrok antar pihak Kepolisian dan Masa aksi Unras.

Hari ini, Senin, (28/10/2019) mahasiswa kembali turun kejalan mempertanyakan perkembangan kasus penembakan dan kekerasan yang menewaskan almarhum Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi pada 26 September 2019 lalu yang dikenal dengan peristiwa September Berdarah (Sedarah) di kalangan mahasiswa Kendari.

Merasa penanganan kasus almarhum Randi dan Yusuf lambat dan masih jauh dari kepastian, para mahasiswa akhirnya tidak hanya diam dan nekad melakukan tindakan yang bisa membahayakan jiwa dan merugikan seseorang baik aparat kepolisian, mahasiswa itu sendiri dan masyarakat sipil.

Tidak cukup dengan lemparan batu, Masa aksi bahkan melemparkan tinja yang sudah dikemas dalam kantong plastik bening ke arah aparat kepolisian yang sedang melakukan pengamanan Unras.

“Beberapa kotoran tinja dilemparkan masa Unras ke personil pengamanan,” kata Kabid Humas Polda Sultra, AKBP. Harry Goldenhardt, Senin, (28/10/2019).

Dari dokumentasi yang diperoleh Radarsultra.co.id terlihat seorang personil kepolisian berlumur tinja dari kepala hingga badannya, beberapa kantong tinja juga tampak berserakan di depan kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra yang berseberangan dengan Mapolda Sultra yang menjadi lokasi Unras.

Aksi unjuk rasa berlangsung pada pukul 11.00 WITA hingga malam hari sekitar pukul 19.00 WITA, aksi berlanjut dengan pemblokiran jalan oleh mahasiswa di depan Kampus Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes Kendari yang mengakibatkan kemacetan dan pengalihan arus lalulintas, bagi pengendara mobil yang melintas di lokasi pemblokiran jalan diharuskan menurunkan kaca jendela mobil, dan oleh oknum yang diduga mahasiswa mengarahkan kendaraan untuk berbalik arah.