Demo Anarkis PT. VDNI, Masa Aksi Bakar Alat Berat dan Rusak Bangunan Perusahaan
Keterangan Gambar : Aksi unjuk rasa Buruh perusahaan tambang nikel PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi

Demo Anarkis PT. VDNI, Masa Aksi Bakar Alat Berat dan Rusak Bangunan Perusahaan

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Aksi unjuk rasa Buruh perusahaan tambang nikel PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin, 14 Desember 2020 lalu berujung ricuh.

Ketgam: Aksi unjuk rasa Buruh perusahaan tambang nikel PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi

Sejumlah alat berat diantaranya excavator dan dump truk hangus terbakar. Bukan hanya itu, beberapa kendaraan roda dua juga bangunan milik perusahaan pemurnian nikel asal Tiongkok itu juga rusak diamuk masa.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Kombes Pol. Ferry Walintukan mengungkapkan, aksi pengrusakan bermula saat tuntutan masa aksi tidak terpenuhi, masa aksi yang geram akhirnya berhasil menerobos pertahanan personil kepolisian di lokasi unjuk rasa.

Itu disebabkan karena pengunjukrasa tidak bisa bertemu dengan manajemen dari VDNI. Nah, itulah pemicu, mungkin ada pemicu-pemicu yang lain tetapi aksi itu mulai dilaksanakan setelah mereka tidak bisa bertemu dengan manajemen VDNI,” kata Kombes Pol. Ferry dalam keterangannya, Selasa, (15/12/2020).

Saat ini pihak kepolisian telah mengamankan 5 (lima) orang yang diduga terlibat dalam aksi unjuk rasa anarkis tersebut. Kelimanya diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Untuk sementara, lima orang ini belum ditetapkan tersangka. Kami memeriksa, mengamankan lima orang ini dalam rangka pemeriksaan sebagai koordinator lapangan dalam unjuk rasa kemarin,” ungkap Kabid Humas Polda.

“Mereka ini (lima orang yang diamankan) yang mewakili daripada karyawan yang dari Serikat Perlindungan Tenaga Kerja Kabupaten Konawe, ada yang dari DPW Federasi Kesatuan Serikat Kerja Nasional, kemudian ada dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia,” lanjutnya.

Situasi di PT. VDNI kini mulai terkendali, pihak keamanan dan pemerintah setempat terus berupaya memfasilitasi karyawan dan PT. VDNI untuk memecahkan persoalan yang menjadi tuntutan masa aksi.

Saat ini pimpinan kami pak Kapolda, pak Danrem dan pak Bupati masih memfasilitasi antara karyawan dengan manajemen VDNI,” pungkasnya.