Deflasi Sultra di Pengaruhi Bahan Makanan
Keterangan Gambar :

Deflasi Sultra di Pengaruhi Bahan Makanan

21 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Deflasi yang terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya pada bulan Oktober 2017 tercatat sebesar 0,88% (mounth to mounth/mtm) dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas bahan makanan.

Bahan makanan yang mengambil peran dalam deflasi tersebut khususnya dari komoditas sayur-sayuran, ikan segar dan cabe rawit.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra, Minot Purwahono mengungkapkan, meski secara bulanan mencatatkan deflasi, terdapat faktor resiko yang perlu diwaspadai yakni terjadinya inflasi pada komoditas beras yakni sebesar 0,85% (mtm).

“Jadi dengan adanya deflasi tersebut, maka inflasi tahun kalender Sultra bulan Oktober 2017 tercatat sebesar 2,40% (year to date/ytd) dengan inflasi tahunan sebesar 2,06%” ungkapnya dalam rilis BI Sultra, Kamis, (2/11/2017).

Untuk deflasi pada kelompok volatile food di bulan Oktober 2017 tercatat sebesar 3,91% (mtm) dan deflasi pada kelompok ini terjadi di 2 kota yang menjadi basis perhitungan di Sultra yakni Kota Kendari dan Kota Baubau yang didorong oleh semakin meningkatnya pasokan di pasar sehingga menekan tingkat harga di pasar. Laju deflasi pada kelompok volatile food tertahan oleh adanya inflasi pada komoditas beras, bayam dan jeruk nipis. (C)