Daerah Wisata Batu Gong Abrasi, Kemenkumham Sultra Salurkan Bantuan
Keterangan Gambar :

Daerah Wisata Batu Gong Abrasi, Kemenkumham Sultra Salurkan Bantuan

166 views
0

Konawe, Radarsultra.co.id – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provknsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana banjir di Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra.

 

Tidak hanya di daratan, dampak banjir yang melanda Kabupaten Konawe selama sepekan ini juga dirasakan oleh masyarakat yang bermukim di Desa Muara Sampara, Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe (daerah wisata Batugong) Sultra yang merupakan muara sungai Konawe yang mengalami abrasi dan mengakibatkan kikisan aliran air sungai kiriman yang deras dari banjir Kabupaten Konawe. Akibatnya, sekitar 10 rumah harus mengungsi.

Menanggapi hal tersebut, Kemenkumham Sultra merasa terpanggil dan berinisiatif untuk memberikan bantuan.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sultra, Sofyan, S.Sos., SH., MH yang diwakili oleh Kepala Divisi Administrasi (Kadivmin) Sismolo, S.Sos., MM., M.Si bersama Kepala Bagian Humas dan Program, Ruslan, SH mengantar langsung bantuan yang telah dikumpulkan hingga Senin, (17/06/2019).

Untuk sampai ke lokasi bencana, tim Kemenkumham harus menempuh perjalanan darat dengan melewati muara sungai dengan arus yang deras dengan menggunakan rakit tradisional buatan masyarakat sekitar.

Setibanya di lokasi bencana, bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Muara Sampara bersama korban bencana alam. Tim Kemenkumham berharap batuan yang berupa bahan bangunan berupa semen, kalsi board dan juga paku kalsi board tersebut mampu meringankan penderitaan masyarakat korban bencana abrasi pantai.

“Jangan dilihat jumlahnya, tetapi ini bentuk kepedulian dari Kemenkumham Sultra terhadap masyarakat. Semoga bisa sedikit meringankan penderitaan teman-teman,” kata Sismolo saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat setempat, Senin, (17/06/2019).

Di kesempatan yang sama, Sismolo berpesan kepada korban abrasi agar tetap tabah menghadapi ujian yang menimpa mereka.

Perasaan bahagiaan bercampur sedih terlihat jelas dimata para korban bencana ini. Bahagia karena mendapatkan bantuan tetapi sedih dengan bencana yang menghanyutkan rumah mereka.