Cegah Peredaran Barang Ilegal, Bea Cukai Musnahkan Jutaan Batang Rokok dan Balepress
Keterangan Gambar :

Cegah Peredaran Barang Ilegal, Bea Cukai Musnahkan Jutaan Batang Rokok dan Balepress

29 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Bea Cukai Kendari kembali melakukan pemusnahan atas Barang Kena Cukai (BKC) dan balepress. Seremonial pemusnahan kali ini dilaksanakan di Markas Komando (Mako) TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi dengan disaksikan oleh tamu undangan dari unsur penegak hukum, sipil dan militer.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai bangian Selatan, Padmoyo Tri Wikanto mengungkapkan Rokok ilegal yang dimusnahkan kali ini sebanyak 4.862.280 batang yang merupakan hasil penindakan operasi pasar Bea Cukai Kendari periode Mei 2018 hingga Oktober 2019.

“Operasi pasar dilakukan di wilayah Sulawesi Tenggara dari mulai Kabupaten Kolaka Utara hingga di
Kabupaten Wakatobi. Rokok ilegal tersebut bernilai 3,47 Milyar rupiah,” ungkap Padmoyo Tri Wikanto yang ditemui pada acara pemusnahan rokok ilegal di Mako Lanal tersebut, Kamis, (26/09/2019).

Padmoyo mengatakan, potensi kerugian yang dialami negara karena tidak dibayarnya Bea Cukai pada kasus Rokok ilegal ini yaitu sebesar 1,79 Miliar Rupiah

“Rokok Ilegal yang dimusnahkan karena kedapatan tidak dilekati pita cukai, dan menggunakan
pita cukai tidak sesuai ketentuan di bidang cukai. Peredaran rokok tersebut melanggar UU Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai Juncto UU nomor 39 tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai,” jelasnya.

Bersamaan dengan pemusnahan Rokok Ilegal, Bea Cukai juga memusnahkan Balepress sebanyak 677 bales yang terdiri atas 292 bales pakaian bekas dan 385 bales sepatu bekas. Perkiraan nilai barang tersebut sebesar 1,5 Milyar rupiah.

“Balepress yang dimusnahkan ini adalah hasil penangkapan kapal KLM Bumi Lestari pada 17 Januari 2019
lalu. Penindakan waktu itu dapat berhasil karena koordinasi yang baik antar instansi. Baik dari
unsur TNI maupun Kepolisian, khususnya dari TNI AL yang ikut mengawal penarikan kapal dan
barang bukti dari Wakatobi ke Kendari,” kata Padmoyo.

Lanjut Padmoyo mengatakan, kesuksesan Bea Cukai dalam mengungkap peredaran barang ilegal tersebut merupakan hasil koordinasi yang baik antara Bea Cukai, TNI AL, Kejaksaan dan Pengadilan.

“Selama proses penyidikan dan penuntutan pun, Bea Cukai berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan. Dan saat ini, balepress sejumlah 677 bales tersebut telah mendapatkan putusan pengadilan negeri wangi-wangi dengan nomor
41/Pid.Sus/2019/PN Wgw tanggal 20 Agustus 2019,” pungkasnya

Dalam kasus Balepress ini, pihak berwenang telah menemukan seorang terdakwa yang dinyatakan bersalah dengan dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Seremoni pemusnahan yang dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tenggara pada pagi ini dilakukan di
Mako Lanal Kendari. Untuk efektifitas kegiatan, lokasi pemusnahan dilakukan di 2 (dua) tempat terpisah yaitu di Palangga, Kabupaten Konawe Selatan dan di Pomalaa, Kabupaten Kolaka.
Sebanyak 942.280 batang rokok ilegal dan 677 bales balepress dimusnahkan di Palangga,
Kabupaten Konawe Selatan dan sisanya sebanyak 3.920.000 batang rokok ilegal dimusnahkan
di Pomalaa, Kabupaten Kolaka.