Buronan Kasus Korupsi Mobil Dinas Gubernur Sultra Tertangkap
Keterangan Gambar : Kasipidsus Kejari Kendari, Sofyan Hadi (kiri)

Buronan Kasus Korupsi Mobil Dinas Gubernur Sultra Tertangkap

289 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Candra Liwang, narapidana (napi) kasus korupsi pengadaan kendaraan dinas tahun anggaran 2008 di era gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam dan Wakil Gubernur Saleh Lasata yang melarikan diri sejak 2016 lalu akhirnya berhasil ditangkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari pada Senin, (18/11/2019).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kendari, Sofyan Hadi mengungkapkan, Candra Liwang sangat lihai melarikan diri dari kejaran pihak berwajib, bahkan Candra Liwang diketahui juga telah berpindah domisili.

Sudah dari tahun 2013 licin sekali untuk menangkapnya karena banyak teman dan relasinya dan dia juga orang asli disini. jadi dari data yang kita dapatkan itu kita ketahui ternyata dia sudah pindah domisili,” kata Kasipidsus Kejari Kendari, Sofyan Hadi, Senin, (18/11/2019).

Pelarian Candra Liwang akhirnya terhenti setelah tim Kasipidsus Kejari memergokinya saat sedang berbelanja di salah satu warung PKL, penelusuran pun berlanjut hingga ke tempat persembunyiannya.

“Dari keterangan Dinas Caatatan Sipil akhirnya kita cari rumah dia, kita pantau, dan pagi tadi secara tidak sengaja juga terpidana lagi belanja di salah satu warung, saya lewat dan memastikan kalau itu Candra Liwang ternyata benar, saya kejar kerumahnya dan saya melakukan penangkapan, tidak terjadi perlawanan saat dilakukan penangkapan,” ungkapnya.

Candra Liwang berprofesi sebagai seorang kontraktor dan pada saat itu melakukan pengadaan mobil  jenis Toyota Landcruiser dan Mitsubishi Pajero untuk kendaraan dinas Gubernur Nur Alam dan Wakil Gubernur Saleh Lasata pada saat itu.

Alih-alih mengadakan kendaraan, ratusan juta rupiah pun raib hingga menyebabkan kerugian negara sekitar 900 juta rupiah, sedangkan putusan Mahkamah Agung (MA) bahwa terpidana (Candra Liwang diputus tiga tahun enam bulan kurungan penjara dengan denda Rp 50 juta rupiah subsider 5 lima bulan kurungan penjara dan uang pengganti sekitar Rp 93 juta rupiah dengan subsider enam bulan kurungan penjara.

Terpidana kasus pengadaan kendaraan dinas Gubernur Sultra tahun anggaran 2008 mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 900 juta rupiah, sedangkan putusan pengadilan MA bahwa terpidana diputus tiga tahun dan enam bulan, denda Rp 50 juta subsider lima bulan kurungan penjara dan uang pengganti sekitar Rp 93 juta rupiah dengan subsider enam bulan kurungan penjara.

Saat ini rencana mau diperiksakan dulu kesehatannya setelah itu kita eksekusi ke Lapas (Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kendari) karena kita melaksanakan putusan pengadilan,” pungkasnya