Bupati Wakatobi  Himbau Investor Perikanan  Melirik  ke Wakatobi untuk Investasi
Keterangan Gambar :

Bupati Wakatobi Himbau Investor Perikanan Melirik ke Wakatobi untuk Investasi

250 views
0

Wakatobi, Radarsultra.Co.Id – Bupati Wakatobi, Arhawi meminta Investor perikanan yang berada di Kota Kendari untuk melirik Kabupaten Wakatobi sebagai salah satu tempat investasi yang menjanjikan.

“Investor yang berinvestasi di Kendari, sama halnya dia invest di Wakatobi. Kenapa, karena seperti saya sampaikan dan hitung matematis maka sebetulnya lebih menguntungkan invest di Wakatobi daripada di Kendari. Dari Wakatobi ke Kendari jarak tempuh 107 mil itu baru bergeser ke Patuno jika bergeser ke Pulau Runduma maka bisa sampai 140 mil bayangkan kalau dia PP berapa bahan bakar yang harus dihabiskan dibandingkan industri itu ditempat kan di Wakatobi,’’ ujar bupati usai melaunching Perikanan bersinar, di Aula Pesanggrahan Budaya Wangi-Wangi Selatan.Selasa(21/3/201

Selain itu kata dia, Kabupaten Wakatobi masih menyimpan cadangan ikan, sesuai data dinas setempat jika jumlah ikan masih tersisa 76 persen belum terjamah dari jumlah keseluruhan 90 persen yang ada. Selama ini ikan yang bergerak ke luar Wakatobi hanya 24 persen dari hasil tangkapan nelayan itupun sudah meilmpah.

“Bayangkan saja baru 76 persen kemudian 24 persen itu barangkali dimanfaatkan orang dalam atau orang diluar Wakatobi ini yang harus kita dorong terutama bagaimana didaerah ini ada orang berinvestasi, persoalan lahan Pemda siapkan untuk itu demikian persoalan perizinan pemda juga siapkan untuk itu,’’ tambahnya.

Soal investor ini dirinya bahkan meyakinkan jika pihak investor serius maka lahan akan disiapkan dimana lokasi tepat yang dipilih dengan mempermudah urusan administrasi serta dokumen pengurusan lain jika pengurusan tersebut merupakan tanggungjawab pemerintah daerah.

“Memilih juga dimana tempatnya Pemda siap membuka kan lahan. Intinya Setelah Pemda mencanangkan sektor perikanan dengan potensi yang sangat besar ini insAllah Pemda siap memvasilitasi itu,’’ katanya.

Sementara itu SKPD terutama Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) setempat diminta proaktif membantu nelayan terutama sektor pemasaran hasil tangkapan sehingga peranan pemerintah terhadap nelayan tidak hanya membantu menyiapkan fasilitas tangkap dan kartu perikanan.

“Tadi saya juga sudah sampaikan bahwa seharusnya cara berpikirnya kita sekarang bukan hanya membantu para nelayan maka tugas kita sudah selesai seharusnya dari total wilayah cakupan perikanan 90 persen dan 76 persen lebih ini pemerintah daerah harus berpikir untuk memanfaatkannya,’’ pungkasnya. (C )

About author