Buaya Sungai Wanggu yang Ditangkap Warga Telah Mati
Keterangan Gambar :

Buaya Sungai Wanggu yang Ditangkap Warga Telah Mati

Editors choice
862 views
0

Kendari, Radaraultra.co.id – Buaya muara dari Sungai Wanggu yang ditangkap di lorong Anawai Kampus Baru Universitas Haluoleo (UHO) Minggu 19 Maret 2017 lalu dinyatakan telah mati di penangkaran Buaya Abeli.

Pengelola penangkaran buaya Lapulu, Drs. Israil (98) membenarkan hal tersebut, pihaknya menerima buaya tersebut di penangkaran pada pukul 14.00 wita dan buaya tersebut dinyatakan mati pada pukul 17.00 wita (20/03/17).

“Jam 14.00 Wita buayanya sampe di penangkaran dan sekitar jam 17.00 Wita buayanya mati, waktu tiba di penangkaran masih sempat meronta-ronta pada saat akan dimasukan di kolam penangkaran,” kata Lelaki yang umurnya hampir mencapai satu abad tersebut.

Kematian buaya muara dengan nama latin Crocodylus Porosus tersebut sangat disayangkan oleh pengelola penangkaran buaya tersebut.

Hal serupa juga dinyatakan oleh pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Humasnya, Bapak Phihanto yang menyatakan pihaknya sangat menyayangkan matinya satwa yang dilindungi ini.

“Kita sudah melakukan yang terbaik, Kita sayangkan sekali kejadian ini, kami juga ikut prihatin sekali dengan kejadian ini karena selama ini juga kami mengevakuasi buaya itu dalam waktu tiga haripun dia masih bisa bertahan dari Kolaka Itara kesini bagus, dari pulau cempedak kesini dalam hitungan dua tiga hari saja masih bertahan,” kata Prihanto.

“Tapi sesuai perundang undangan akan dibuatkan berita acara kematian buaya ini, kemudian dikubur,” tambahnya.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian buaya tersebut namun menurut Prihanto ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kematian seperti faktor stress dan kondisi fisik buaya.

“Kami kurang tahu secara teknisnya mengenai penyebab kematian buaya ini namun menurut petugas yang berkunjung ke penangkaran mungkin ada beberapa faktor seperti faktor stress, kemudian ada juga dari si pawang buaya katanya ada makanan yang tersangkut di tenggorokannya si buaya jadi dia tidak bisa bernafas,” ungkap Prihanto.

Buaya yang telah mati tersebut kemudian dikuburkan di dalam penangkaran buaya Lapulu oleh pengelola penangkaran dan petugas dari BKSDA. (B)