BPOM Kendari Ungkapkan Hasil Temuan Selama Pengawasan di Ramadan 2022

BPOM Kendari Ungkapkan Hasil Temuan Selama Pengawasan di Ramadan 2022

19 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Sepanjang Ramadan 2022, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Kendari telah melakukan intensifikasi pengawasan, dengan target diutamakan pada pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak (kemasan penyok, kaleng berkarat, dan lain-lain) pada sarana distribusi pangan (importir/distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, para pembuat dan atau penjual parsel) serta pangan berbuka puasa (takjil).

Ketgam: Konfrensi
Pers BPOM di Kendari tentang pengungkapan hasil pengawasan yang dilakukan selama Ramadan.

Kegiatan pengawasan tersebut dilakukan tiap minggu secara bertahap dimulai pada 28 Maret hingga 06 Mei 2022 termasuk sepanjang Ramadan ini dengan lokasi pengawasan yang tersebar dibeberapa daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Selama pengawasannya, Tim Balai POM di Kendari yang terdiri dari kelompok Substansi Pemeriksaan sebagai Penanggung Jawab kegiatan, Kelompok Substansi Pengujian dan Kelompok Substansi Infokom melaksanakan Intensifikasi pengawasan Pangan bersama lintas sektor dari Dinas Kesehatan Kota Kendari dan Disperindag Kota Kendari untuk di Kota Kendari, Dinkes Kab.  Muna dan Disperindag Kabupaten Muna untuk kab. Raha telah melakukan Intensifikasi Pengawasan Pangan di beberapa sarana distributor dan ritel, beberapa sarana pangan olahan dan beberapa lokasi pasar tradisional tempat penjualan takjil.

Untuk jumlah pemeriksaan sarana per 22 April 2022, dua sarana distributor dinyatakan memenuhi ketentuan (MK), kemudian untuk sarana ritel yaitu sebanyak 34 sarana ditemukan 12 sarana telah MK dan 22 sarana lainnya masih tidak memenuhi ketentuan (TMK).

Sedangkan untuk produk, BPOM menemukan total 75 produk TMK yang terdiri dari 44 produk rusak, 15 produk kadaluarsakadaluarsa dan 16 produk tanpa izin edar (TIE). Dengan Total nilai ekonomis temuan dari hasil Intensifikasi Pangan Menjelang Ramadan 1443 H Tahun 2022 adalah sebesar Rp. 5.846.000,-.

Terkait pengawasan takjil, BPOM di Kendari juga telah melakukan uji sampling di lima lokasi yang tersebar di Kota Kendari, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Konawe Selatan dengan hasil sampling sebanyak 217 sampel dan hasil uji Memenuhi Syarat (MS).

Kepala BPOM Kendari, Yosep Nahak Klau mengatakan, selain melakukan pengawasan dan uji sampling, pihaknya juga melakukan pendampingan kepada UMKM/pelaku usaha dalam tahap awal memulai usahanya, melakukan sosialisasi, serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat, Sosialisasi tentang Cara Ritel Pangan yang Baik, Sosialisasi dan pelatihan terkait pengujian Bahan berbahaya ke Dinas perindustrian/perdagangan sesuai tupoksinya.

“Balai POM di Kendari juga menghimbau agar pelaku usaha untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan dalam menjalankan usahanya serta diharapkan agar Masyarakat menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluarsa)” ujarnya dalam konfrensi pers yang dilaksanakan di Aula Kantor BPOM di Kendari, Senin, (25/04/2022).

Your email address will not be published. Required fields are marked *