BPOM Kendari Umumkan Hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan Selama Ramadan 1442 H
Keterangan Gambar : BPOM Kendari Umumkan Hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan Selama Ramadan 1442 H

BPOM Kendari Umumkan Hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan Selama Ramadan 1442 H

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kendari mengumumkan hasil dari intensifikasi pengawasan bahan pangan yang telah dilakukan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1442 H.

Ketgam: Konfrensi pers intensifikasi pangan oleh BPOM

Adapun target pengawasan nya diutamakan pada pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak (kemasan penyok, kaleng berkarat, dan lain-lain) pada sarana distribusi pangan (importir/distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar
tradisional, para pembuat dan atau penjual parsel) serta pangan berbuka puasa (takjil).

Kepala BPOM Di Kendari, Yoseph Nahak Klau mengungkapkan, berdasarkan data 23 April 2021, hasil intensifikasi pengawasan pangan olahan di distributor ritel dan pasar-pasar tradisional tempat penjualan jajanan buka puasa atau takjil dengan total 53 sarana, dari 12 sarana distributor terdapat 10 yang memenuhi ketentuan (MK) dan 2 yang tidak memenuhi ketentuan (TMK). Sedangkan dari 41 sarana ritel, 17 MK dan 24 TMK.

Jadi total tak memenuhi ketentuan yakni ada 26 sarana,” ungkap Yoseph dalam konfrensi pers Balai POM di Kendari, Senin, (10/05/2021).

Dari total sarana yang TMK tersebut, ditemukan pangan yang rusak sebanyak 84 item, kadaluarsa 24 item dan pangan tak layak edar sebanyak 5 item dengan total nilai ekonomis temuan dari hasil intensifikasi pangan menjelang ramadan 1442 Hijriah adalah sebesar Rp. 35.186.350,-.

Sedangkan untuk intensifikasi takjil selama bulan puasa ini, dari total 208 takjil yang dijadikan sampel seperti es campur, pisang ijo, jalangkote, risoles, kue lapis, kerupuk berwarna dan lain-lain, semuanya telah memenuhi syarat dengan parameter pengujian takjil yaitu kandungan methanil yellow, rhodamin b, borax dan formalin.

Sampenya kita ambil dibeberapa daerah seperti Kota Kendari, Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan dengan hasil uji memenuhi syarat”, kata Yoseph.

Kegiatan pengawasan ini dilakukan sebagai upaya BPOM untuk melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang Tidak Memenuhi Ketentuan, khususnya selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021.