BPOM Kendari Lakukan Intensifikasi Pengawasan Produk Pangan Jelang Tahun Baru 2021
Keterangan Gambar : Konfrensi pers BPOM Kendari terkait temuan insentifikasi jelang Tahun Baru 2021

BPOM Kendari Lakukan Intensifikasi Pengawasan Produk Pangan Jelang Tahun Baru 2021

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kendari telah melakukan intensifikasi pengawasan, dengan target diutamakan pada Pangan Olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak (kemasan penyok, kaleng berkarat, dan lain-lain) pada sarana distribusi pangan (importir/distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, para pembuat dan atau penjual parsel).

Ketgam: Konfrensi pers BPOM Kendari terkait temuan insentifikasi jelang Tahun Baru 2021

 

Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya BPOM untuk melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang Tidak Memenuhi Ketentuan, khususnya menjelang Hari Raya Natal tahun 2020 dan Tahun Baru Tahun 2021 di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala BPOM Kendari, Muhammad Rusydi Ridha mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan mulai dari 23 November 2020 hingga 8 Januari 2021 mendatang dengan dibagi menjadi 5 tahap intensifikasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Karena kondisi Pandemi Covid-19, pelaksanaan intensifikasi pengawasan keamanan produk pangan kami lakukan sesuai protokol kesehatan dan mempersingkat waktu sampling dari sebelumnya 6 tahap pada 2019 menjadi 5 tahap pada 2020,” ujarnya dalam konfrensi pers BPOM di Kendari, Selasa, (29/12/2020).

Adapun hasil intensifikasi yang dilakukan di sarana distributor dan pasar-pasar tradisional di Sultra tersebut, berhasil ditemukan 22 sarana yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), pangan yang rusak (kemasan penyok, berkarat) sebanyak 38 item, Kedaluarsa sebanyak 20 item dan Tanpa Izin Edar sebanyak 12 item, serta 1 item TMK Label dimana produk tersebut di perintahkan untuk disingkirkan dari pajangan dan diretur ke pabrik tempat pengambilan awal.

Untuk total nilai ekonomi dari temuan ini yaitu sebesar kurang lebih 153 juta Rupiah,” ungkap Rusyid.

Untuk diketahui, pengawasan ini dilakukan bersama dengan lintas sektor yang terdiri dari Disperindag Sultra dan Dinas Kesehatan Kota Kendari.