BPJS Luncurkan Fitur Mobile Screening
Keterangan Gambar :

BPJS Luncurkan Fitur Mobile Screening

73 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Sultra gelar launching fitur baru Mobile Screening pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile secara serentak dilakukan se – Indonesia, di Kantor BPJS Kendari, Rabu, (1/02/2017).

“Kegiatan bertujuan mendeteksi dini terhadap peserta JKN, sehingga ancaman-ancaman penyakit pada diri kita sendiri dapat diketahui sejak dini. Jadi seluruh peserta JKN ini dapat mendeteksi dirinya lebih awal, dan apabila mereka selesai mendeteksi dirinya sendiri melalui aplikasi ini mereka bisa menghubungi fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk tindakan lebih lanjut,’’ ujar Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan,BPJS Kendari, Imran.

Menurut Imran biasanya penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner merupakan beberapa penyakit kronis yang gejalanya sering diabaikan masyarakat Indonesia.

“Kebanyakan masyarakat baru sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase-fase lanjut. Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun meluncurkan layanan mobile screening,” tambahnya.

Sebelumnya, screening riwayat kesehatan hanya dapat secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Tapi sekarang bisa melihat potensi risiko kesehatan cukup dengan melakukan screening melalui fitur riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang bisa di akses di handphone.

“Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu screeing. Kemudian, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta dan pola makan peserta. Setelah itu akan memperoleh hasil skrining saat itu pula,” jelasnya.

Masalah keakuratan hasil screening tersebut tergantung dari tingkat kejujuran mengisi formulir serta menjawab pertanyaan.

“Tingkat keakuratannya boleh dikata sekitar 90 persen, kita tidak dapat mengatakan 100 persen. Tetapi tergantung juga bagaiamana cara kita menjawab pertanyaan secara jujur ataupun tidak. Misalnya pertanyaanya apakah sering tengah malam bangun buang air kecil? Terus di jawab tidak padahal iya. Nah itulah yang menyebabkan hasilnya tidak akurat,” urainya.

Imran berharap jangan ada peserta JKN tiba-tiba mengalami drop, dimana mengalami penyakit kronis. Jadi harapannya diadakan deteksi lebih awal supaya peserta bisa lebih awal mencegah. (C )

About author