BNNP Sultra Ungkap Peredaran Gelap 1,17 Kg Shabu di Kota Kendari
Keterangan Gambar :

BNNP Sultra Ungkap Peredaran Gelap 1,17 Kg Shabu di Kota Kendari

120 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengungkap kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika golongan 1 (satu) jenis Sabu-sabu seberat 1,17 Kilogram (Kg) di wilayah Kota Kendari. Kiloan sabu tersebut diketahui berasal dari provinsi Sumatera Utara.

Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol. Imron Korry mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat pada September 2019 lalu bahwa ada Bandar Narkotika jenis sabu yang beroperasi didaerah Kota Lama Kendari inisial BR (35).

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, BNNP Sultra bekerjasama dengan Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sultra untuk melakukan penyelidikan.

“Setelah melakukan penyelidikan kurang lebih 1 (satu) bulan, Bidang Pemberantasan BNNP Sultra mengetahui keberadaan saudara BR yang tinggal serumah dengan Orang tuanya di Jalan Balanak, RT 002, RW 002, Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari,” kata Brigjend Pol. Imron Korry saat melakukan konferensi pers hasil pengungkapan Narkotika di Kantor BNNP Sultra, Rabu, (16/10/2019).

Setelah keberadaan tersangka BR diketahui, Bidang Pemberantasan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan narkotika jenis sabu yang biasa di edarkan tersangka BR, hingga pada sabtu 12 Oktober 2019 lalu Bidang Pemberantasan BNNP Sultra menerima informasi dari informan bahwa BR baru saja menerima narkotika jenis shabu dalam jumlah besar dan akan dikemas dalam bentuk paket paket kecil untuk kemudian diedarkan.

“Personil Bidang Pemberantasan BNNP Sultra melakukan pemantauan hingga 13 Oktober 2019 pagi dan berhasil mengetahui bahwa BR sementara berada di Rumah dan Narkotika jenis shabu yang diterima juga berada di rumahnya tersebut kemudian sekitar pukul 06.39 Wita salah seorang penghuni rumah membuka pintu dan pada saat itu Personil BNNP Sultra langsung memasuki rumah untuk melakukan pemeriksaan,” ungkapnya

Saat penggerebekan, tersangka BR ditemukan masih dalam keadaan tidur dan selanjutnya dilakukan penggeledahan didalam rumah tersebut dan ditemukan 1 (satu) bungkus besar berisi diduga narkotika jenis shabu didalam keranjang pakaian di dalam kamar.

Selain itu juga ditemukan 2 (dua) paket kecil narkotika jenis sabu di dalam kantong penutup Rice Box serta timbangan digital dan beberapa barang bukti Non Narkotika lainnya.

“Selanjutnya saudara BR berikut barang bukti yang diamankan dibawa ke Kantor BNNP Sultra guna Penyidikan dan Penyelidikan lebih lanjut. Modus yang dilakukan tersangka yaitu barang narkotika jenis sabu diterima atau diambil dengan sistem tempel dan diarahkan lewat telepon selanjutnya akan di kemas kedalam paket paket kecil untuk dijual sesuai arahan pengendali,” jelasnya.

Dari hasil pengungkapan, BNNP Sultra mengamankan beberapa barang bukti berupa:

1 (satu) bungkusan plastik bening dengan kode “AAA” yang berisi Kristal wana putih yang diduga Narkotlka Golongan I (satu) Jenis Sabu dengan beret brutto 1.017 Gram; 2 (dua) bungkusan paket kecil Kristal warna putih yang diduga narkotika golongan I (satu) jenis sabu dengan berat brutto 0,99 Gram;14 (empat belas) plastik bening kosong ukuran kecil; 3 (tiga) buah sendok shabu wama kuning; 1 (satu) buah sendok sabu warna putih.

Selain itu diamankan juga 1 (satu) buah handphone merk Vivo 1818 warna biru beserta simcard; 1 (satu) buah timbangan Digital merk Harnic warna silver; 2 ( dua) buah Bong; 2 (dua) buah Pirex terbuat dari kaca; 1 (satu) buah sumbu; 2 (Dua) buah korek gas; 1 (satu) buah gunting kecil; 1 (satu) buah keranjang pakaian warna hijau; 1 (satu) kantong plastik hitam kosong; 1 (satu) buah buku tabungan BNI; 1 buah dompet hitam dan 13(tiga belas) lembar bukti transfer bank BNI.

Samentara itu, berdasarkan pengakuan tersangka BR, bahwa ia sudah bergelut dengan dunia narkotika sejak 2007 lalu, pria yang kesehariannya berprofesi sebagai pengusaha Ekspedisi ini mengaku memperoleh barang haram tersebut dari om nya sendiri yang berinisial AG.

“Saya ditawari sama om AG, Cuma disuruh ambil, diarahkan lewat telpon, saya ambil barangnya di didekat rumah,” kata BR.

Untuk sekali pengambilan paket, BR dijanjikan upah dan bonus paket sabu kecil sebagai hadiah untuk BR yang juga pemakai.

Atas perbuatannya, BR disangkakan Pasal 114 ayat 2 (dua) subsider Pasal 112 ayat 2 (dua) dan /atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancancaman hukuman minimal 6 enam tahun penjara hingga penjara seumur hidup atau hukuman mati.