Benderanya Dibakar, Ketua DPD PDI-Perjuangan Sultra Angkat Bicara
Keterangan Gambar : Ketua DPD PDI-Perjuangan Provinsi Sultra, Abu Hasan

Benderanya Dibakar, Ketua DPD PDI-Perjuangan Sultra Angkat Bicara

575 views
0

Butur Radarsultra.co.id – Aksi Unjuk Rasa (UNRAS) penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pada Rabu 25 Juni 2020 lalu juga diwarnai dengan aksi pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Aksi tersebut lantas menuai tanggapan dari kader-kader partai berlogo banteng moncong putih tersebut, begitu juga di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-Perjuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abu Hasan mengungkapkan sangat menyayangkan aksi pembakaran simbol partai tersebut.

Ia menanggapi aksi pembakaran bendera PDI-Perjuangan tersebut sebagai salah satu upaya memprovokasi dan memancing PDI-Perjuangan agar mengambil sikap kontra yang ekstrim. Menyikapi hal tersebut, ia mengatakan PDI-Perjuangan lebih memilih jalur hukum untuk memproses pelaku pembakaran bendera PDI-Perjuangan tersebut.

Pihak-pihak yang ingin memprovokasi situasi dan keadaan agar tidak kondusif. Ini merupakan salah satu bentuk provokasi untuk memancing PDI-Perjuangan mengambil sikap kontra yang ekstrim, tapi kita tidak akan melakukan hal-hal yang di luar jalur hukum,” Kata Ketua DPD I PDI-P Sultra, Abu Hasan saat ditemui di kediamannya, Kamis malam (25/06/2020).

Kita akan mengikuti perkembangan ini dan kalau ada hal-hal kontra gerakan kita akan lakukan secara baik. Dan yang paling utama kita mengedepankan jalur hukum untuk menghadapi situasi perkembangan berikutnya,” lanjutnya.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Abu Hasan menginstruksikan seluruh jajarannya baik di tingkat DPD, DPC, maupun tingkat ranting agar tetap siaga dan menjaga kantor cabangnya masing-masing untuk mengantisipasi aksi-aksi serupa.

Saya sudah perintahkan jajaran DPC PDIP untuk menjaga markasnya masing-masing, untuk khusus untuk DPD I (satu) PDI-Perjuangan Sultra untuk tidak meninggalkan kantor, walaupun hari Minggu tetap di jaga, menjaga situasi agar di Sulawesi Tenggara tetap kondusif, tidak terjadi situasi hal-hal yang kita tidak inginkan,” ungkapnya.

Untuk menjaga seluruh kader tetap solid dan terstruktur dalam menyikapi tindakan provokasi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, seluruh kader PDI-Perjuangan terus membangun komunikasi dari tingkat DPP hingga ke tingkat ranting.

Di vidio conferens saya meminta agar DPP PDI-P, terus menyampaikan informasi ke DPD PDI-Perjuangan supaya kita terus melakukan konsolidasi dengan DPC dengan PAC sampai pada tingkat ranting, sehingga apa yang kita lakukan itu terstruktur secara organisatoris kita solid kita bergerak bersama-sama,” lanjutnya.

Sebagai salah satu kader terbaik partai, Abu Hasan, yang juga Bupati Kabupaten Buton Utara menilai aksi pembakaran bendera partai tersebut sebagai momentum untuk menunjukan kekuatan bahwa PDI-Perjuangan adalah partai politik yang besar di tanah air.

“Kita akan tunjukkan kekuatan kita sebagai partai pemenang, partai yang sedang berkuasa. Dan itu kita tidak takut dengan teror, dengan intimidasi dengan provokasi, pasti kita lawan tapi dengan cara-cara konstitusional,” tegasnya.