Balapan Liar Berujung Nyawa, Seorang Rider Ditikam Penonton
Keterangan Gambar : Kapolsek Mandonga, AKP. Ketut Arya Wijanarka

Balapan Liar Berujung Nyawa, Seorang Rider Ditikam Penonton

10 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Insiden penikaman di lokasi balapan liar di Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu, 3 November 2019 lalu akhirnya terungkap.

Kepolisian Sektor (Polsek) Mandonga bekerjasama dengan tim gabungan Resmob Polda Sultra, Buser Kendari, dan Unit Reskrim Polsek Mandonga yang dipimpin Kapolsek Mandonga, AKP. Ketut Arya Wijanarka berhasil menemukan dan menangkap pelaku serta menyita barang bukti berupa senjata tajam jenis badik di kediaman tersangka pada Kamis, 7 November 2019 lalu.

Identitas pelaku diketahui bernama Wahyu (15) yang kesehariannya bekerja sebagai anak buah kapal penangkap ikan di Kendari.

Kapolsek Mandonga, AKP. Arya mengatakan, kronologi kejadian berawal saat pelaku yang saat itu sedang dibonceng oleh tamannya terjatuh dari atas motor akibat bersenggolan dengan motor korban yang saat itu sedang ikut balapan liar.

“Saat itu tersangka niatnya nonton balapan liar. Tersangka dibonceng oleh lelaki Muh. Yunus alias Obo, kemudian tersangka terjatuh dari boncengan karena korban dengan menggunakan sepeda motor menyenggol sepeda motor yang dikendarai oleh Muh. Yunus. Karena hal itu, tersangka marah dan melakukan penikaman terhadap Korban,” kata AKP. Arya saat ditemui di Kantor Polsek Mandonga, Senin, (11/11/2019).

Setelah melakukan penikaman Wahyu yang diboncengi Muh. Yunus langsung melarikan diri. Sementara korban, Raysman (19) tewas dengan satu tikaman tepat di lehernya.

Sekitar pukul 01.00 WITA, Korban ditemukan di jalan Abdullah Silondae oleh warga bersama Polisi dalam posisi terbaring di depan jalan masuk halaman kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra.

“Setelah ditemukan, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Korem, Informasi dari pihak RS bahwa korban dibawa ke RS kondisi sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Sel tahanan Polsek Mandonga, dan atas perbuatannya, korban disangkakan pasal 338 Subsider 351 ayat (3) KUHP, Subsider pasal 2 ayat (1) Undang-undang darurat nomor 51 / Drt / 1951 tentang membawa senjata tajam tanpa izin dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun