Bagaimana Proses Penyidikan Kasus Penembakan Randi? Ini Jawaban Tim Investigasi
Keterangan Gambar :

Bagaimana Proses Penyidikan Kasus Penembakan Randi? Ini Jawaban Tim Investigasi

375 views
2

Kendari, Radarsultra.co.id – Bagaimana proses penyidikan kasus kekerasan dan penembakan yang menewaskan Almarhum Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi ? apakah Polisi sudah mencari siapa yang melakukan penembakan?

Jawaba dari tim Investigasi adalah Ya! Setelah terjadinya penembakan terhadap Randi pada 26 September 2019 lalu, beberapa saat kemudian pihak kepolisian dalam hal ini Mabes Polri langsung membentuk tim Investigasi yang dilanjutkan dengan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di keesokan harinya.

Dari hasil olah TKP ditemukan beberapa barang bukti berupa 3 (tiga) selongsong peluru dan sebuah proyektil, selain itu juga telah dilakukan pemeriksaan beberapa pucuk senjata anggota kepolisian yang melakukan tugas pengamanan Unjuk Rasa (Unras) di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra pada saat itu.

Karo Provos Div Propam Mabes Polri, Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, sejauh ini, tim investigasi sudah melakukan penyidikan dan sedang dilakukan proses pemeriksaan senjata api, selongsong peluru dan proyektil hasil temuan untuk uji Balistik di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

“Tentu, karena ada korban jiwa yang meninggal karena luka tembak, sehingga hadir disini rekan saya dari Bareskrim yang terus melakukan olah TKP, proses penyidikan dan juga mencari pelakunya siapa yang menembak korban. Untuk itu proses yang sekarang berjalan adalah pemeriksaan senjata api, kemudian selongsong dan proyektil untuk uji balistik di Puslabfor,” kata Brigjen Pol Hendro Pandowo saat ditemui di Mapolda Sultra, Kamis, (17/10/2019).

Dalam melakukan penyelidikan, Hendro menjelaskan tim penyidik dari Bareskrim Polri harus melakukan penyelidikan berdasarkan analisa ilmiah sesuai fakta (Scientific Crime Investigation) untuk mengetahui secara pasti dan akurat senjata mana yang melepaskan tembakan, pasalnya pada saat itu, berdasarkan hasil penyelidikan, Hendro mengatakan ada 3 (tiga) anggota kepolisian yang melepaskan tembakan ke atas

“Tentunya penyidik dari Bareskrim melakukan penyelidikan berdasarkan analisa ilmiah sesuai fakta scientific crime investigation, kalau mereka mengaku menembak atau tidak itu mudah bagi kita untuk melakukan pengungkapan tersangka siapa yang melakukan penembakan, tetapi bahwa diantara mereka hanya membawa dan ada tiga orang yang menembak ke atas, sehingga diperlukan uji balistik untuk mengetahui proyektil yang ditemukan di TKP itu dari senjata milik siapa, karena kita tidak bisa dengan kasat mata melihat senjata lantas tau senjata mana yang sudah ditembakkan, harus ahlinya yang akan memeriksa.” jelasnya.

“Dari pemeriksaan ada yang menembak satu kali ada yang dua kali, dari 6 (enam) orang ada 3 (tiga) orang yang menembak, DK Cs,” ungkapnya.