Atmosfir Pilkada Buton Utara 2020
Keterangan Gambar :

Atmosfir Pilkada Buton Utara 2020

436 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Tak ada yang terlewatkan setiap narasi soal politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buton Utara (Butur). Media sosial (facebook) menjadi sasaran empuk untuk mengutarakan segala kemungkinan-kemungkinan di Pilkada Butur yang akan di helat 23 September 2020.

Dalam politik, pengguna media sosial sudah menjadi medium hingga menjadi komunitas masyarakat maya yang tak bertemu satu sama lain tapi hadir dalam satu ruang diskusi secara terbuka tentang baik buruknya ruang penilaian mereka terhadap setiap figur figur yang  hadir menghangatkan pilkada Butur.

Menariknya, para pegiat media sosial ini adakalanya juga seringkali terpancing untuk mencari pembenaran dari setiap berita yang mereka dapat yang mungkin sedikit menyinggung soal jagoannya di pilkada kali ini.

Misalnya Abuhasan, dalam masa-masa akhir jabatannya menjadi Bupati Buton Utara sudah mulai berbenah untuk merebut kembali hati rakyatnya.  Dengan program unggulan padi organiknya yang konon sudah sampai di luar negeri pemasarannya serta perbaikan infrastuktur jalan dan pelayanan publik terhadap masyarakatnya.

Niat baik Abu Hasan banyak menuai kritik di media sosial. Seperti program padi organik yang hingga sampai saat ini masih banyak yang mempertanyakan hasilnya. Lahanya dimana, pabriknya dimana, proses pengolahannya bagaimana hingga menjadi salah satu produk dan dalam satu kali panen itu berapa ton hasilnya. Tak hanya itu janji janji politik yang pernah di tuangkan dalam media-mediapun ikut di ungkapkan.”Celoteh para pengguna media sosial”.

Tak kalah menarik, dengan didengungkan kembali dalam wacana bursa pilkada Butur sosok mantan bupati Butur “Ridwan Zakaria” yang sudah melekat di pikiran masyarakat Butur dirindukan untuk kembali pulang membangun di Buton Utara. Aktifitas politik mencair ketika itu hadir sosok mudah Muh. Aswadi Adam ST dengan gerakan Gempurnya turut meramaikan bursa Pilkada Butur 2020 kali ini.

Kabar ini sontak menjadi perbincangan di dunia maya. Bahkan bukan hanya menjadi obrolan semata tapi juga menjadi hasutan. Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk menyikapi realitas semacam ini ?.

Perjalanan pilkada butur masih panjang, entah siapa yang mampu merebut hati rakyat di 23 september 2020 nanti.
#Panggil Pulang (RZ, siap rebut kembali
#Masih Kita (AH, Siap Maju)
#Ai Mo (AA, Siap Tumbangkan Petahana)

Penulis: Asri Yawan
Aktivis HMI