Aset Sultra Jadi Korban Oleh Keegoan Para Pemimpin
Keterangan Gambar :

Aset Sultra Jadi Korban Oleh Keegoan Para Pemimpin

Editors choice
67 views
0

Kendari-Radarsultra.co.id : Pergantian kepemimpinan di Sultra membuat Aset daerah yang ada menjadi korban dalam arti jadi barang rongsokan dikarenakan keangkuhan dan keegoan dari pemimpin yang menggantikan kepemimpinan terdahulu.

Hal itu disampaikan oleh Pakar Komunikasi Politik Sultra, Muh. Najib Husein saat membawakan materi di launching Media Online Radarsultra.co.id disalah satu hotel kota Kendari, Sabtu (28/1/2017).

“Coba liat P2ID, Tugu MTQ, dan tidak menutup kemungkinan mesjid Al-Alam juga akan menjadi rongsokan nantinya” ungkap Najib.

“Padahal dulu kalau ada teman yang datang di Sultra, saya bawa ke P2ID untuk melihat rumah adat dan menjadi kebanggan kala itu,” lanjutnya.

Najib juga berharap agar nanti yang menjadi pemimpin berikutnya bisa berjiwa besar dan mampu bersaing secara sehat agar tidak ada lagi aset yang diterlantarkan.

“Kasihankan kota kita ini hanya karena keegoaan pemimpin, aset daerah yang lama terlantarkan, hanya karena mau bersaing membangun yang lain atau yang lebih baik lagi,” kata Najib.

Ia juga berpesan agar calon gubernur Sultra nantinya turun langsung dalam kampanye kesemua Kabupaten, Kecamatan sampai Kelurahan jangan hanya sekedar tim yang turun ke lokasi.

“Saya rasa gubernur yang menjadi pilihan rakyat harus tahu betul kondisi masyarakatnya, jangan hanya timnya yang dikirim,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama salah satu calon Gubernur Sultra yang digadang-gadangkan akan ikut andil dalam pemilihan 2018 mendatang dan merupakan mantan Bupati Wakatobi dua periode yakni Ir. Hugua turut memberi komentar.

Ia mengatakan bahwa jika nanti dia terpilih sebagai Gubernur Sultra selanjutnya tidak akan pernah melupakan sejarah dari pendahulunya dan akan melanjutkan peninggalan pemimpin sebelumnya.

“Jika saya terpilih nanti saya berjanji akan melanjutkan apa yang telah dibangun sebelumnya,” kata Hugua.

“Saya akan buktikan itu, bukan hanya sekedar omongan atau pencitraan,” tutupnya. (B)

About author