Anak Lorong Pertanyakan Kasus Dugaan Penipuan Bupati Koltim ke Polda Sultra
Keterangan Gambar : Ishak Ismail Saat berkunjung ke Mapolda Sultra (10/04/17)

Anak Lorong Pertanyakan Kasus Dugaan Penipuan Bupati Koltim ke Polda Sultra

Editors choice
387 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Ishak Ismail yang biasa dikenal dengan sebutan Anak Lorong kembali mempertanyakan kasus perseteruannya dengan Bupati Kolaka Timur (Koltim), Tony Herbiansyah yang telah dilaporkannya di Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Desember 2016 lalu terkait penipuan uang senilai Rp 1,1 miliar yang diduga dilakukan oleh Bupati Koltim tersebut.

Kasus perseteruan tersebut berawal dari adanya kerjasama antara keduanya dalam hal ini Ishak Ismail dan Toni Herbiansyah yang pada saat itu menurut pengakuan Ishak bahwa telah melakukan pengiriman uang dengan total senilai Rp 4,8 miliar kepada Toni Herbiansyah, namun pihak yang seharusnya menerima uang tersebut dalam hal ini Toni Herbiansyah mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menerima uang kiriman dari Ishak Ismail.

Atas kejadian tersebut, Ishak Ismail melaporkan Toni Herbiansyah ke Mapolda Sultra dengan sangkaan penipuan.

Setelah berjalan kurang lebih dua bulan setelah dilaporkannya Toni, Ishak Ismail kembali mendatangi Mapolda Sultra dengan agenda koordinasi mampertanyakan kembali kasus yang pernah dilaporkan.

Saat dikonfirmasi mengenai kedatangannya di Polda Sultra, Ishak Ismail mengatakan terkait laporannya yang dinilai mandeg di setelah laporannya Desember 2016 lalu.

“Agenda saya datang kesini memang dalam rangka koordinasi mampertanyakan kembali kasus yang pernah saya laporkan, di Polda sehubungan antara masalah saya dengan pak Toni,” ungkap Ishak.

Ishak Ismail juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus dengan mengumpulkan alat bukti di lapangan dengan pemeriksaan tambahan.

“Pihak Kepolisian telah memberikan keterangan bahwa kasus ini sementara dalam proses dan saya juga masih disampaikan untuk menambah lagi alat bukti dan InshaAllah minggu depan kami akan kembali mengevaluasi lagi karena pihak kepolisian masih akan menurunkan lagi timnya untuk melakukan pemeriksaan tambahan,” tuturnya.

Dalam perseturuan tersebut, ishak ismail mengatakan bahwa ada pihak lain yang merasa dirugikan selain dirinya.

“Persoalan ini ada dua versi, dari versi saya yang merasa mengirim, tapi kemudian pak Toni merasa tidak pernah menerima,”pungkasnya

“Namun dalam dua versi ini ada yang merasa terfitnah dan dirugikan dalam hal ini yang mengantarkan uang itu dan mereka sekarang yang keberatan karena kalau saya mengirim dan kemudian pak toni tidak menerima berarti secara otomatis mereka yang mengantarkan uang itu yang jadi sasaran,” tambahnya.

Ishak Ismail juga sedikit menceritakan bahwa saat pihaknya melayangkan laporan terkait kasus tersebut ke Mapolda Sultra bahwa dirinya dan tiga orang lainnya dalam hal ini saksi yang melakukan pengiriman uang tersebut juga ikut diperiksa.

“Kalau saksi dari saya sudah tiga orang yang sudah diperiksa, Saya juga sudah diperiksa dan kemudian disusul oleh tiga orang saksi saya dalam hal ini yang antar uang ke pak Toni, kemudian yang dampingi yang antar uang, sama yang packing uang di kantor sebelum di antar ke Koltim,” tuturnya.

Ishak Ismail merasa dirugikan dengan kasus dugaan Penipuan tersebut dan pihaknya akan terus melakukan presur terhadap kasus tersebut dengan harapan agar kasus tersebut segera terungkap.(B)