Ali Mazi: Kalau Cuma Mau Ribut Terus, Kapan Mau Bangun Daerah Ini?
Keterangan Gambar :

Ali Mazi: Kalau Cuma Mau Ribut Terus, Kapan Mau Bangun Daerah Ini?

822 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi yang ditemui usai rapat Rekonsiliasi Pemegang IUP se-Sultra pada Senin, (26/08/2019) mengungkapkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sudah lengkap tidak bisa dicabut begitu saja.

“Pokoknya yang lengkap izin itu tidak bisa dicabut, Digugat saya,” kata Ali Mazi, Senin, (26/08/2019).

Terkait hadirnya Investasi pertambangan di pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Ali Mazi mengatakan bahwa masyarakat seyogianya diberikan pengertian bahwasanya keberadaan investasi pertambangan bisa mendongkrak pendapatan daerah.

“Yah, coba diberi pengertian lah, kan itu untuk kepentingan daerahnya juga. Kalau perusahaan itu sudah lengkap persyaratan, siapa yang mau kena masalah, kalau perusahaan lengkap yang salah siapa ? Itu kan perusahaan lengkap, kalau perusahaan lengkap tidak bisa dicabut, tidak bisa dibatalkan,” ungkapnya.

Ali Mazi juga menegaskan, bahwa investasi pertambangan yang telah memenuhi syarat telah memiliki payung hukum dan wajib dilindungi.

“Yah, makanya, itu kan kalau mau diganggu itu kan bisa dilaporkan, nanti koordinasi dengan aparat penegak hukum, nanti mereka yang turun di lapangan bagaimana nanti penanganannya. Kalau yang namanya lengkap itu kan mereka sudah clear and clean itu kan sudah lengkap,” tegasnya.

Menanggapi dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat akibat hadirnya Investasi pertambangan di Konkep, Ali Mazi menjelaskan bahwa telah menyerahkan hal tersebut kepada pihak berwajib.

“Nanti itukan ada aparat penegak hukum yang menilai, kira-kira apa masalahnya, yah, kalau cuma mau ribut terus sih kapan mau bangun daerah ini. Kalau mau cari masalah terus sih setiap hari masalah terus, tapi kan untuk kepentingan masyarakat bukan orang perorang ini kan? Masa orang satu orang mau demo-demo terus dan menghambat yang lainnya,” tukasnya

“Saya kira kan masyarakat di Wawonii juga butuh itu,” lanjutnya