Aksi Penolakan Grab Berlanjut, Puluhan Penumpang Angkot Dipaksa Turun
Keterangan Gambar :

Aksi Penolakan Grab Berlanjut, Puluhan Penumpang Angkot Dipaksa Turun

871 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Aksi penolakan angkutan umum berbasis Online atau Grab di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berlanjut, akibatnya puluhan mobil angkutan umum kota (Angkot) Konvensional dihadang oleh masa aksi dan penumpangnya dipaksa turun.

Salah satu penumpang yang dipaksa turun, Reni (22) mengaku kaget dan kebingungan saat angkot yang ia tumpangi dihadang dan para penumpang dipaksa turun.

“Kita dipaksa turun di tengah jalan dan sekarang kita kebingungan mau naik apa lagi karena angkot dan taksi semuanya lagi mogok kerja,” ungkap Reni, Senin (18/12/17).

Foto : Penumpang Angkot di paksa turun dari dalam angkot. Aksi masa penolakan angkutan Umum Berbasis Online. Senin 18/12/17

Menanggapi aksi pemberhentian tersebut, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Kendari, Rahmad Buyung mengatakan aksi, pemberhentian ini merupakan aksi solidaritas Angkutan Umum Konvensional baik itu Angkot maupun Taxi konvensional di Kota Kendari, dan hal tersebut telah di umumkan kepada para sopir angkot dan taxi sebelum aksi demo tersebut dilakukan.

“Ini adalah aksi solidaritas, semua angkot dan taxi ikut dalam aksi ini,” ujar Rahmad.

Mengenai aksi mogok, Rahmad mengatakan bahwa pihaknya tidak melakukan hal tersebut, menurutnya para sopir bisa kembali beroperasi setelah aksi demo selesai pada siang hari nanti.

“Ini bukan mogok dan kita juga tidak ada niat mau menghalang-halangi teman-teman untuk mencari rezky, dan kami juga mengucapkan permohonan maaf kami yang sebesar-besarnya kepada para penumpang yang terpaksa kami turunkan, setelah aksi demo ini kita bisa beroperasi lagi dan kembali mencari rezky untuk keluarga kita,” paparnya. (B)