Akhir Tahun 2016, Tax Amnesty KPP Kendari Mencapai 50 Miliar
Keterangan Gambar :

Akhir Tahun 2016, Tax Amnesty KPP Kendari Mencapai 50 Miliar

287 views
0

Kendari-Radarsultra.co.id Diakhir tahun 2016, pengampunan pajak atau biasa dikatakan Tax Amnesty yang masuk periode ke-II Oktober-Desember 2016 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kendari berhasil menarik uang tebusan 50 miliar.

Hal tersebut dikatakan Kepala KPP Pratama Kendari Joko Rahutomo saat ditemui Radar Sultra di Kantornya, Rabu (4/1/2017).

‘’Program Tax Amnesty ini masih berlanjut periode ke-III mulai Januari – 31 Maret 2017 dengan target sebesar 5 persen. Sebelumnya kami telah melakukan tax amnesty diperiode I Juni- September 2016 dengan tebusan 40 miliar target 2 persen, periode ke-II Oktober- Desember 2016 dengan tebusan 50 miliar target 3 persen,’’ jelasnya.

Dikatakan, dari periode ke-II tax amnesty yang diperoleh dari jumlah surat pernyataan harta yang disahkan sampai dengan tanggal 31 Desember 2016 sekitar 1.170 wajib pajak (WP) dengan uang tebusan yang diperoleh sekitar 50 miliar.

‘’ Untuk UKM tarifnya tetap sama kalau hartanya dibawah 10 miliar ½ persen, tetapi diatas 10 miliar tarifnya menjadi 2 persen. Jika yang disebut UKM itu apabila dia mempunyai usaha contohnya toko kelontong, pegawai, tidak punya saham yang mana omzetnya itu dibawah 4, 8 miliar dalam satu tahun. Tetapi yang mempunyai harta diatas 10 miliar, maka tarif yang dikenakan untuk tax amesti 2 persen,’’ jelas Joko.

Namun katanya, jika dari batas waktu yang diberikan sampai 31 Maret 2017 WP tidak menggunakan haknya mengikuti tax amnesti, maka Direktorat Jendral Pajak bisa melakukan pemeriksaan, apabila hasilnya ditemukan harta yang belum dilaporkan maka dianggap penghasilan pada saat harta itu.

“Artinya jika ditemukan tahun 2018 harta itu belum dilaporkan, dibedakan menjadi WP mengikuti tax amnesti tetapi tidak jujur . Atau selisih yang ditemukan atas laporan harta tersebut dikenakan tarif PPH normal ditambah sanksi 200%. Namun jika tidak mengikuti tax amnesti, dikenakan tarif normal tetapi dikenakan bunga 2 persen dikalikan mulai kapan memperolah harta itu sampai dengan harta itu ditemukan,” jelas Joko. (C)

About author