Agus Sanaa Imbau Balon Kada PDIP Tidak Lagi Bermanuver di DPC
Keterangan Gambar : Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan PDIP Sultra, Agus Sanaa

Agus Sanaa Imbau Balon Kada PDIP Tidak Lagi Bermanuver di DPC

93 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Agus Sanaa mengimbau para Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah (Kada) di tujuh kabupaten yang akan menggelar Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) dan telah mengikuti tahapan penjaringan di PDIP, agar tidak melakukan gerakan tambahan atau manuver ke pengurus partai di tingkatan Dewan Pengurus Cabang (DPC).

Menurutnya, tugas DPC dalam tahapan penjaringan telah usai, dan saat ini sudah menjadi tugas dan kewenangan DPD untuk menyaring dan menjaring figur-figur yang telah mendaftarkan diri di PDIP.

DPD fungsinya menjaring dan menyaring. Dalam proses ini, untuk di DPC hari ini sudah selesai.
Jadi tidak perlu lagi DPC berhubungan dengan calon-calon untuk melakukan komunikasi apapun kecuali misalnya memperkenalkan diri bahwa dia mendaftar di PDIP. Selain itu, tugasnya calon-calon ini tinggal mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat bahwa dia calon bupati,” jelas Agus Sanaa, Sabtu (30/11/2019).

Agus mengatakan, setelah tahap penjaringan di DPC dan DPD, akan dilanjutkan dengan lembaga survey. Setidaknya ada 14 (empat belas) lembaga survey yang tahun ini direkrut yang diyakini oleh DPP memiliki integritas dan kredibilitas yang tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun.

Nah PDI-Perjuangan tidak juga sembarangan menggunakan lembaga survei. Ada 14 lembaga survei yang tahun ini di rekrut, kemudian dipergunakan oleh para calon. Karena 14 lembaga survei ini di yakini oleh DPP memiliki integritas dan kredibilitas yang tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun. Independensi mereka terjaga,” pungkasnya.

Lanjut, Agus mengatakan, survey terhadap para figur Balon Kada saat ini sedang berlangsung dan hasil survey akan keluar paling lambat pada 29 Desember 2019 mendatang.

Hasil survei akan dikeluarkan paling lambat tanggal 29 Desember 2019. Rekomendasi itu akan keluar paling cepat pada 10 Januari 2020, dan paling lambat di bulan Februari. Kalau misalnya masing-masing calon mau melakukan survei sendiri, ya silahkan. Karena kami meyakini hasilnya pasti tidak akan berbeda. Karena lembaga survei ini kredibilitas nya sudah teruji,” lanjutnya

Tidak boleh lagi ada calon yang kasak kusuk dengan struktur partai. Tidak boleh lagi melakukan manuver dengan struktur partai. Yang bisa mereka lakukan komunikasi dengan masyarakat. Karena masyarakat yang pada akhirnya menentukan pilihan kepada mereka, bukan pengurus partai,” tegasnya.