Ada Pejabat di Wakatobi  Sudah Meninggal  Masih Dilantik
Keterangan Gambar :

Ada Pejabat di Wakatobi Sudah Meninggal Masih Dilantik

440 views
1

Wakatobi-Radarsultra.co.Id Pasca pelantikan pejabat eselon III dan IV selaku pejabat struktural lintas SKPD, pada Sabtu (14/1) lalu rupanya diduga tidak di validasi nama-namanya oleh pihak BKD Wakatobi,  sehingga  dari 300 orang yang dilantik, salah satunya telah meninggal.

Wakil Bupati Wakatobi Ilmiatu Daud mengakui ada salah satu pejabat yang dilantik sudah meninggal.  Meskipun tidak menyebutkan siapa nama yang telah dilantiknya tersebut.

“Kalau datanya nanti tanya di BKD dan saya pun telah kroscek ini tapi dari penjelasan pegawai disana katanya kesalahan ketik nama-nama itu,’’ ujar Ilmiati Daud, ditemui usai konsultasi diruang Ketua DPRD Wakatobi. Senin(16/1).

Kesalahan tersebut kata dia, tak boleh terjadi lagi dimasa mendatang sehingga  dia menghimbau kepada Kepala BKD untuk bekerja profesional dan berhati-hati dalam proses pengetikan data dan lebih faktual melakukan validasi.

“Berbagai dokumen penting sesuai dengan topoksinya seharusnya lebih diteliti kan ada tim yang bekerja bukan sendiri. Sehingga saat bisa menyempurnakan segala sesuatu sebelum di berikan kepada Bupati Wakatobi untuk di tandatangani,’’ paparnya.

Lanjut mantan PNS Provinsi ini, ini sekaligus warning buat siapapun yang secara birokrasi diberikan tanggunggjawab untuk memimpin suatu instansi atau SKPD agar professional serta belajar menyesuaikan diri sesuai topoksi.

 

“Saya kan sampaikan waktu pelantikan untuk bekerja sesuai topoksinya masing masing, artinya bekerja semaksimal mungkin. Jangan memberikan format yang belum sempurna sebelum di koreksi sehingga yang di paraf oleh bupati itu sudah sempurna, tidak lagi cacat,”  ujar Ilmiati dengan nada kesal.

Tak ingin mendapat sorotan lebih terkait kinerja pemerintah yang kurang teliti, wanita nomor satu di Wakatobi tersebut juga menginginkan agar ke depan tidak ada lagi kesalahan serupa yang akan terjadi dan menghimbau agar seluruh pegawai bekerja dengan baik sesuai tanggungjawab yang di amanahkan.

“Mudah – mudahan kedepan mereka bisa bekerja dengan baik sesuai dengan tanggung jawab yang di amanahkan. Jadi, jangan nanti  yang di salahkan kami padahal yang menggodok kalian. Saya hanya menginginkan kesempurnaan. Intinya kalau tidak perfect itu kinerjanya di pertanyakan dong. Kalau tidak mampu bekerja silahkan nyatakan diri,’’ tandasnya. (A )

About author