75 Desa di Wakatobi Diminta Kreatif Olah Desanya
Keterangan Gambar :

75 Desa di Wakatobi Diminta Kreatif Olah Desanya

125 views
0

Wakatobi, Radarsultra.Co.Id – Tingginya angka anggaran yang diperoleh setiap desa yang diberikan lewat APBN dan APBD kini esa se-kabupaten Wakatobi diminta untuk kreatif dan inovatif mengembangkan desanya masing-masing.

 
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Wakatobi, Ilmiati Daud, saat memberikan sambutan sekaligus membuka rapat koordinasi pembentukan kepala desa Kabupaten Wakatobi, di Gedung Darmawanita Wangi-Wangi, Kamis (2/2).

 
Mantan PNS Provinsi ini menyebut kreatif desa serta inovasinya dalam merealisasikan program desa mereka dengan anggaran yang diberikan negara lewat APBN dan APBD memungkinkan desa bisa mandiri dan berdaya saing sebagaimana cita-cita Kabupaten Wakatobi lewat visi misinya menjadi Kabupaten maritim yang berdaya saing.

 
‘’Desa sebagai unit terkecil pemerintahan bisa mendukung pemerintah daerah merealisasikan tujuan lewat visi misinya. Kalau kita satu niat maka Insya Allah Wakatobi ini besar. Mari kita berangkat niat yang sama jangan ada lagi berpikir ini dan itu,’’ pintanya.

 
Ilmiati menyebut pula jika lewat rapat koordinasi tersebut memungkinkan desa meramu program bersama terutama membuat BUMDES bersama pada tiap-tiap Desa. Selain untuk tertib administrasi juga terlepas dari kekhawatiran ada kecurigaan masyarakat berlebihan menilai program desanya masing-masing.

 
“Kalau 75 Desa itu membuat program lalu transparan kepada masyarakat, maka tidak akan ada desa lagi masuk bui. Transparansi itu perlu sehingga masyarakat tahu program maka apa yang menjadi kecurigaan masyarakat tidak akan ada lagi,’’ imbuhnya.

 
Lebih lanjut disebutnya beberapa desa yang saat ini bermasalah hukum dalam prosesnya. Kata dia, tidak transparan terhadap anggaran serta program yang ada di desanya sehingga melalui warganya sendiri timbul kecurigaan yang membuat mereka terlapor serta terjerat pada administrasi yang kurang tertib.

 
Dalam rapat koordinasi tersebut, hadir ketua DPRD, Muhammad Ali,S.Ip.M.Si, Para Kepala Desa Se-kabupaten Wakatobi serta staf ahli pendamping Desa baik tingkat Provinsi maupun pendamping tingkat Kabupaten dan Desa. (c )

About author