27 Rumah Terendam Banjir di Kolut
Keterangan Gambar :

27 Rumah Terendam Banjir di Kolut

Editors choice
96 views
0

Kolaka Utara-Radarsultra.co.id– Luapan air Sungai Batuganda yang meluap setingi 1 meter mengakibatkan 27 rumah warga terendam banjir dan kerugian ditaksir sekitar 500 juta . Data diambil dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Kolaka Utara, Rabu (4/1/2017)

Dari hasil pantauan Radar Sultra dilokasi banjir, Rabu pagi (4/1), terlihat tangul atau bronjong Sungai Batuganda bobol. Dan Sejumlah warga yang rumahnya terendam banjir semalam, sibuk mengeluarkan barang-barang /perabotan rumah rusak terkena air.

Menurut salah satu warga yang rumahnya rusak parah, Hayani (34 thn) banjir mulai memasuki rumahnya pukul 20.30 Wita dan puncak banjir pukul pukul 21.30 Wita tadi, setinggi dada orang dewasa, merendam seluruh isi rumahnya.

Pada saat banjir dia tidak lagi mau perduli dengan semua perabot rumahnya, yang penting keselamatan keluarganya. “Saya lagi tidur melantai, tiba-tiba saya rasakan tempat tidurku basah. Saya kaget langsung lari sambil mengendong anak ketempat yang lebih tinggi, itumi tidak ada yang bisa saya selamatkan kasihan,’’ ujarnya sedih sambil menatap rumahnya yang terendam.

Lain lagi yang diungkapkap Ahmad Sudi (31), banjir yang datang tiba-tiba membuat dirinya dan keluarganya berlari menyelamatkan diri ketempat yang lebih tinggi. Akibatnya semua perabotan rumah dan motornya dibiarkan terendam banjir.

“Kami akan terus mengungsi sampai tanggul kembali di perbaiki sedangkan untuk bantuan yang diterima, baru berupa makanan siap saji dan mie instan saja, dan kami harap pemerintah buatkan kami tanggul yang permanen jangan lagi bikin tanggul brongong ,’’ katanya.

Sementara itu Bupati Kolaka Utara, Rusda Mahmud bersama Kapolres Kolut, AKBP.Juli Eko Prihartono.SIK, meninjau dan memimpin langsung penanganan pasca banjir dengan memberikan bantuan makanan siap saji serta mengerahkan dua unit mobil damkar, 1 uni mobil water canon.
Rusda menghimbau semua masyarakat untuk tidak lagi melakukan penebangan pohon atau membuka lahan perkebunan secara berlebihan di daerah aliran sungai (DAS) dan warga tetap waspada memasuki musim penghujan.

“Kita mengerakkan segala potensi yang dimiliki untuk membantu warga yang rumahnya terendam lumpur dengan dibantu aparat kepolisian, TNI, Relawan dan Tagana dan Pemda akan membangun Sedimen Pound untuk mengantisipasi banjir. Sungai batuganda kecil ini berada dibelakang pemukiman warga sehingga Sedimen Pount merupakan alternatif yang baik untuk mengantisipasi banjir,” kata Rusda.

Sampai saat ini sejumlah warga masih masih bertahan di rumah-rumah warga yang berada di dataran yang lebih tinggi dan melakukan pembersihan rumah dan menyelamatkan perabot rumah tangga yang terendam lumpur(A)

About author