2020, Wali Kota Kendari Akan Tangani ‘Penyakit’ PDAM
Keterangan Gambar : Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, SE.,M.E

2020, Wali Kota Kendari Akan Tangani ‘Penyakit’ PDAM

150 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir mengatakan bahwa memasuki awal tahun 2020 Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari akan memulai aksi untuk membenahi masalah-masalah yang menjadi penyakit dalam Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Anoa Kendari.

Saya jujur menyampaikan ini, bahwa PDAM kita sekarang sakit, berdasarkan audit dari BPKP menunjukkan bahwa ini sedang sakit parah”, ujarnya dalam coffee morning bersama media di Kali Mandonga, Selasa, (31/12/2019).

Sulkarnain menjelaskan, hal tersebut terbukti dengan masalah-masalah yang ada dalam PDAM seperti hanya bisa mengakomodir dibawah 20 ribu satuan layanan, turun dari yang pernah dicapai yaitu 40 ribu, selain itu, terjadi kebocoran di angka 52 persen yang artinya dari total air yang diproduksi, 52 persennya tidak sampai kemasyarakat baik itu bocor secara teknis ataupum secara manajemen.

Di 2019 kita sudah merumuskan masalahnya dan sudah menemukan solusinya, untuk itu saya mohon doa dari masyarakat melalui upaya dan kerja keras kita, InsyaAllah di tahun 2020 kita akan mulai action untuk membenahi PDAM kita” ujarnya.

Salah satu dari beberapa solusi yang akan digunakan untuk menangani kendala di PDAM tersebut antara lain dengan memulai ground breaking pemindahan intake PDAM Tirta Anoa Kendari dari Pohara ke Tabanggele yang memiliki kapasitas hingga kurang lebih 900 liter/detik yang jika sudah berproduksi akan dapat mencakup 80 persen warga Kota Kendari dan akan bisa melayani sekitar 70 sampai 75 ribu satuan sambungan.

Ini artinya InsyaAllah PDAM akan kita sehatkan, memang butuh waktu, 2020 baru kita mulai dan InsyaAllah akan bisa dinikmati masyarakat di 2021, memang masih butuh kesabaran” kata Sulkarnain.

Pemerintah berkomitmen untuk tidak tinggal diam dalam mengatasi penyakit di PDAM tersebut dan akan terus berupaya menyehatkan PDAM dengan berbagai solusi yang akan di implementasikan.