Komisaris PT. REB Laporkan Oknum Pengacara ke Polda
Keterangan Gambar : Komisaris PT. Rantai Emas Bersaudara (REB), Andriani Porosi

Komisaris PT. REB Laporkan Oknum Pengacara ke Polda

32 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Komisaris PT. Rantai Emas Bersaudara (REB), Andriani Porosi melaporkan seorang oknum pengacara berinisial AAM ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Laporan tersebut diperkuat melalui laporan polisi bernomor : LP/306/VII/2020/SPKT POLDA SULTRA, atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagaimana diatur dalam UU nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 378 KUHP, dan Pasal 372 KUHP.

Andriani Porosi melakukan pelaporan balik tersebut lantaran merasa tidak bersalah terkait pencemaran nama baik AAM seperti yang dituduhkan sebelumnya.

Dalam postingan diakun facebook, saya tidak menuliskan namanya. Saya memang menulis inisial AA. Tapi kan banyak yang mengutang sama saya. Kalau dia tersinggung berarti dia merasa berutang sama saya,” ungkapnya saat ditemui awak media, Kamis, (23/07/2020).

Wanita yang akrab disapa Nining ini mengaku bahwa dirinya tak ada niat melaporkan AAM ke ranah hukum, hal itu terpaksa dilakukannya karena dirinya sudah lebih dulu dilaporkan dengan dugaan pencemaran nama baik.

Nining menjelaskan, aksi saling lapor tersebut berawal saat dirinya tengah menghadapi masalah dengan pihak lain. Kemudian, AAM menawarkan jasa untuk mencarikan pengacara.

Selanjutnya, dirinya menerima tawaran tersebut dan menanyakan biaya untuk jasa pengacara yang dimaksud. AAM kemudian menyampaikan bahwa biayanya Rp. 5 juta, dan Nining pun menyahuti besaran biaya yang disebutkan.

Kemudian, dy menyampaikan bahwa pengacara yang dimaksud sudah ada dengan inisial DD. Jadi saudara AAM ini kemudian memfasilitasi dan menyampaikan kepada saya untuk berkomunikasi sendiri terkait dengan pembayaran atau honornya tadi yang Rp. 5 juta, saya lalu berkomunikasi dengan DD dan menyampaikan bahwa honor yang lima juta tadi dibayar dulu Rp. 3 juta via trasfer ke rekening DD,” jelasnya.

dipertengahan kasusnya, DD mencabut kuasanya tanpa alasan apapun. AAM akhirnya kembali mencarikan pengacara untuk Nining yaitu RH.

Dia tak mau jawab, DD hanya bilang uangnya dikembalikan ke AAM. Saya akhirnya menerima dan membayar sisa pembayar untuk RH ke AAM yakni sebesar Rp. 2 juta dan setelah perkara selesai. RH mengaku hanya menerima Rp1 juta dari AAM. Saya kaget dan memberikan Rp. 3 juta lagi ke RH,” jelas Nining.

Beberapa waktu kemudian, Nining menanyakan terkait “upah” pengacaranya yang tak dibayarkan sesuai pembicaraan awal. Namun AAM meresponnya dengan nada emosi.

Sayakan hanya tanya kenapa RH hanya dibayar Rp. 1 juta lewat whatsappnya. Tapi dia jawab kayak menyerang balik. Padahal saya hanya mau penjelasan,” ungkap Nining.

Kalau dia jawab baik-baik saya juga sebenarnya tak apa-apa. Mungkin saat itu AAM merasa keberatan, saya sebenarnya tidak mau melapor, tapi dia sudah melapor duluan. Dan satu lagi saya tidak pernah jadi kliennya seperti yang diberitakan sebelumnya, dia hanya sebagai perantara,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya AAM telah melaporkan Andriani Porosi ke Polda atas dugaan pencemaran nama baik karena telah menulis status didinding facebooknya yang dinilai kredibitasnya sebagai pengacara.

AAM mengaku tak pernah merasa berhutang kepada Nining seperti yang dituliskan di facebooknya dan dengan dasar itulah ia melaporkan Nining ke Polda Sultra.