Aktivitas Pertambangan di Sultra Dalam Pantauam KPK
Keterangan Gambar :

Aktivitas Pertambangan di Sultra Dalam Pantauam KPK

152 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI)  saat ini mulai melakukan analisa terhadap aktivitas pertambangan dan kehutanan di wilayah provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh wakil ketua KPK-RI, Dr. La Ode Muhammad Syarif, SH.,LLM.,Ph.D saat ditemui di Hotel Zahra Kendari usai memberikan kuliah umum perdana program magister hukum Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).

Dr. La Ode Muhammad Syarif mengatakan, selain untuk memenuhi panggilan rektor Unsultra, kedatangannya di Kota Kendari juga membawa tim koordinasi dan supervisi yang akan meneliti aktivitas pertambangan dan kehutanan di Sultra

“KPK pertama berkunjung atas undangan dari pak Rektor, yang kedua ada tim koordinasi dan supervisi KPK juga bersama saya, setelah ini kita akan bertemu pak Gubernur (Ali Mazi), besok ketemu Kapolda dan  kejaksaan untuk membicarakan beberapa hal yang berhubungan dengan pencegahan dan penindakan kasus-kasus korupsi,” kata La Ode Muhammad Syarif, Senin, (24/06/2019).

La Ode Muhammad Syarif mangatakan, KPK telah melihat fenomena aktivitas pertambangan yang tidak sehat di Sultra seperti pembayaran Jaminan Reklamasi (Jamrek) dan laporan kegiatan yang tidak transparan.

“Secara khusus, koordinasi, supervisi dan Litbang KPK memang meneliti beberapa aktivitas pertambangan dan kehutanan yang ada di Sultra yang karena memang kami melihat bahwa banyak hal sebagaimana yang dikatakan oleh Kepala Dinas pertambangan, banyak yang tidak diindahkan misalnya banyak yang tidak melakukan pembayaryaran jaminan reklamasi dan tidak melaporkan jumlah atau kegiatan yang mereka ambil, semacam itu,” ungkapnya.

“Sehingga kalau kita liat tambang kita itu besar, tetapi pada saat yang sama kontribusinya terhadap APBD menurut kepala dinas kurang dari 15 persen padahal kerusakan yang ditimbulkan juga banyak,” pungkasnya